Bangun Kekompakan, Persib Bandung Rencanakan Mancakrida

Jajaran pelatih Persib Bandung masih mempertimbangkan sejumlah opsi untuk membangun kekompakan antarpemain menjelang lanjutan Liga 1 2020 pada 1 Oktober. Selain uji coba, mancakrida menjadi salah satu opsi.

Persib telah menggelar latihan tim sejak empat hari lalu. Saat ini, latihan difokuskan kepada pengembalian kebugaran pemain setelah hampir lima bulan dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.

Pelatih fisik Yaya Sunarya mengutarakan, pemantapan fisik dan taktik bisa dilakukan melalui pertandingan uji coba. Menurutnya, latihan fisik dan taktik ini tidak lama, karena Persib menganggap situasi sekarang bukan sebagai pramusim seperti biasanya.

“Ini bukan pramusim, makanya kami buat simulasi gim. Setelah itu baru kami secara spesifik membuat uji coba. Kami ingin melihat idealnya berapa kali kami beruji coba. Bisa saja nanti berbentuk gim internal atau keluar,” ucap Yaya.

Selain pemantapan fisik dan taktik, membangun kekompakan tim menjadi unsur penting lainnya, mengingat mereka sudah lama tidak berkumpul bersama. Mancakrida dianggap sebagai kegiatan tepat untuk membangun kekompakan tersebut.

“Bisa [saja] kami melakukan uji coba, atau soliditas tim yang dibuat melalui outbound misalnya. Untuk rencana outbound, kami sesuaikan dengan rencana tim pelatih. Kami akan lihat kemungkinan program sebelum kompetisi dimulai. Ada masa dimana kami melakukan pematangan tim,” jelas Yaya.

“Tapi nanti kami akan coba pikirkan, termasuk latihan di GBLA (Gelora Bandung Lautan Api), apakan latihan dilanjutkan di GBLA atau mencari tempat lain untuk nuansa yang berbeda bagi pemain.”

Yaya menambahkan, sejauh ini penggawa Persib tidak terkendala dengan kebugaran. Menurutnya, pemain Maung Bandung disiplin dalam menjalani latihan mandiri dengan program yang diberikan pelatih.

“Sebenarnya ketika kami ingin menjadwalkan latihan, kami tidak memulainnya begitu saja. Program sudah dibuat sejak di bulan Juli dan ini sama dengan program Oktober. Tetapi untuk sekarang lebih spesifik dan sedikit padat,” papar Yaya.

“Kami selalu memeriksa berat badan pemain setiap Senin. Datanya sudah kami pegang untuk dijadikan bahan bagi tim pelatih. Hasilnya, kami tidak perlu lagi mulai dari bawah.”