Ada Pasal Penghapusan Degradasi dari Lanjutan Liga 1 2020

PT LIB akhirnya memaparkan poin mana saja yang diamandemen dalam regulasi untuk lanjutan Liga 1. Setidaknya, ada tujuh poin penting yang sudah diamandemen. Tujuh poin itu sudah dipaparkan kepada 18 klub peserta. Termasuk soal tetap dibukanya bursa transfer menjelang kompetisi hingga tanpa degradasi.

Ternyata, amandemen regulasi Liga 1 tersebut direspons positif oleh beberapa klub. PSIS Semarang misalnya. CEO PSIS Yoyok Sukawi menyebut amandemen itu sebagai kesimpulan saran dari klub peserta. ”Itu semua klub yang minta. Waktu di awal membahas rencana melanjutkan kompetisi, klub ada meeting sendiri,” ungkapnya.

Karena itu, baginya tidak ada masalah soal amandemen. Justru amandemen tersebut disusun untuk memudahkan klub peserta dalam melanjutkan kompetisi. Memberikan kelonggaran agar masalah yang datang ketika berkompetisi di masa pandemi bisa tereduksi.

Walau setuju, Yoyok menegaskan bahwa PSIS tidak akan memanfaatkannya. Terutama soal bursa transfer. ”Kami tidak akan merekrut pemain baru dan melepas. Jadi, kami sudah siap dengan skuad yang ada,” bebernya.

Hal senada disampaikan Persiraja Banda Aceh. Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani memilih fokus soal subsidi. Bagi dia, regulasi diubah bagaimanapun, jika subsidi tetap tidak memuaskan, pastinya akan menghambat tim dalam melanjutkan kompetisi.

Laskar Rencong (julukan Persiraja) tetap berpegang pada komitmen agar subsidi di atas Rp 1 miliar. Angka tersebut merupakan hitung-hitungan timnya untuk biaya operasional dalam melanjutkan kompetisi.

”Masih di Rp 800 juta terakhir manager meeting. Itu sangat sedikit untuk pembiayaan tim,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan protes. LIB pun masih akan berdiskusi. Tapi, Rahmat ragu nilai Rp 800 juta itu akan naik. Lantas apa yang akan dilakukan? Rahmat menegaskan bahwa pihaknya memegang janji dari LIB, yakni terkait adanya pembagian keuntungan di akhir 2020 dari LIB.

”LIB berjanji kalau ada untung akan membagi-bagikannya ke klub sebagai pemegang saham,” bebernya.

Jika tidak ada untung? Rahmat tidak mau berpikir terlalu jauh. Yang pasti, Persiraja masih akan mengikuti proses yang ada lebih dulu.

”Kami ingin berikan kepercayaan dulu kepada teman-teman di LIB, terutama untuk direktur utama yang baru. Klub sebagai pemilik saham tetap berharap adanya keuntungan yang akan dibagikan di akhir tahun nanti,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Bisnis PS Tira Persikabo Rhendie Arindra juga ikut angkat bicara. Menurut dia, amandemen regulasi Liga 1 memang sedikit menguntungkan bagi timnya. Terutama soal jendela transfer. Sebab, skuadnya kehilangan satu pemain asing selama tertundanya kompetisi, yakni Petteri Pennanen. ”Tapi, kami akan diskusikan dulu dengan pelatih apakah perlu cari pengganti atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menjelaskan, wacana awal perubahan regulasi Liga 1 memang sedikit ada perubahan. Misalnya saja soal regulasi pemain U-20. Jika wacana awal pemain U-20 wajib jadi starter, dalam amandemen regulasi hanya diwajibkan masuk daftar susunan pemain sebanyak dua orang.

”Kalau sekarang kondisinya pemain sudah masuk TC timnas U-19 dan beberapa klub bilang kekurangan pemain U-20,” jelasnya.