Baru Sekali Home, Ini Pemasukan Mengejutkan Tiket PSS Sleman

PSS Sleman baru menjalani sekali laga kandang atau home match di Liga 1 2020. Saat itu, tim Super Elang Jawa hanya bermain imbang 0-0 kontra Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, 8 Maret silam.

Laga itu hanya disaksikan sekitar 3.000 penonton saja. PSS Sleman saat itu tanpa ada dukungan penuh dari Brigata Curva Sud (BCS) di tribun selatan stadion.

Minimnya penonton yang biasanya bisa mencapai lebih dari 20 ribu orang otomatis berpengaruh pada pemasukan tiket. Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Semabda (PSS), Marco Garcia Paulo membeberkan pemasukan yang didapat saat itu.

“Kemarin itu kalau tidak salah pemasukan kita cuma ahtara Rp4 sampai Rp7 juta. Banyangkan saja dari total perkiraan Rp10 miliar dari tiket, kita baru dapat di bawah Rp10 juta,” kata Marco kepada INDOSPORT, Senin (10/08/20).

Marco menyebut, potensi pemasukan tiket PSS di laga kandang memang mencapai Rp10 miliar. Dengan keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menjalankan lanjutan kompetisi tanpa penonton membuat income itu dipastikan hangus.

Tak dipungkiri, PSS jadi salah satu klub yang memiliki basis suporter besar. Baik Brigata Curva Sud (BCS) maupun Slemania musim lalu memenuhi sudut tribun Stadion Maguwoharjo.

“Nah itu nanti juga akan kami sampaikan ke pemain. Jadi kita akan cari formula yang tepat, termasuk nominal gaji demi kebaikan semuanya. Kami juga pasti memikirkan kondisi pemain juga,” tegas Marco.