Gunakan Dana Pelatnas Rp 50 M, PSSI Diminta Transparan Soal Kondisi Timnas

Pengamat sepak bola nasional, Tommy Welly, berharap PSSI terbuka soal kondisi Tim Nasional Indonesia, yaitu Timnas U-19 dan Timnas Senior yang telah dua kali mengalami penundaan latihan. “PSSI mesti terbuka kepada publik tentang timnas karena ada kecintaan luar biasa dari masyarakat kepada skuad Garuda,” kata dia kepada Tempo, Rabu, 5 Juli 2020.

Tommy yang juga mantan direktur kompetisi PSSI itu beranggapan, kalau tidak transparan bakal muncul kecurigaan di kalangan pencinta sepak. Walau PSSI telah menyebutkan penundaan itu karena menunggu hasil tes usap atau swab test, Tommy menyebut publik tetap bertanya-tanya.

“Publik jadi bingung. Apakah memang karena semata karena menunggu hasil swab atau ada hal lain? Menurut saya, PSSI lemah dalam hal komunikasi publik tentang hal-hal yang menarik perhatian masyarakat seperti ini. Padahal, masyarakat berhak untuk mengetahui karena kegiatan Timnas U-19 dibiayai oleh negara,” kata pria yang akrab disapa Bung Towel ini.

Terkait kondisi kesehatan pemain Timnas, staf medis Ahmad Nizar sempat menyebutkan ketika tiba di Jakarta pada 23 Juli lalu, ada satu pemain kondisi kurang bugar. Namun, tim medis telah melakukan penanganan dengan merujuk ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan kondisi. “Untuk sementara ada satu pemain yang memang datang diawal yang ada keluhan, kemarin kita sudah bawa ke Royal Progress untuk foto (CT-Scan), cuma satu aja,” kata Ahmad melalui rekaman suara yang diterima Tempo, Jumat, 24 Juli 2020.

Tommy mendesak PSSI untuk terbuka jika ada pemain Timnas Indonesia atau karyawan PSSI yang terpapar Covid-19. “PSSI wajib terbuka karena itu memang situasi yang kita hadapi bersama sebagai sebuah bangsa. Rakyat berhak mengetahui apa tindakan PSSI kalau kondisi itu benar-benar terjadi,” kata dia.

Untuk membiayai pemusatan latihan bagi Timnas U-19, PSSI telah mendapatkan kucuran dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebesar Rp 50,6 miliar. Dana itu diberikan sebagai persiapan bagi skuad Garuda Muda ini yang akan berlaga pada Piala Dunia U-20 di Indonesia 2021.

Timnas Indonesia senior dan Timnas U-19 mengikuti pemusatan latihan dari 23 Juli sampai 8 Agustus 2020 di Jakarta dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebanyak 29 pemain senior dan 46 pemain U-19 dipanggil oleh manajer timnas Shin Tae-yong.

Bagi Timnas Indonesia senior, pemusatan latihan adalah persiapan menghadapi tiga pertandingan terakhir Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, masing-masing melawan tuan rumah Thailand pada 8 Oktober, menjamu Uni Emirat Arab 13 Oktober dan bertandang ke Vietnam 12 November. Timnas U-19 akan berkompetisi dalam Piala Asia U-19 di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020.

1 Comment

  1. Harusnya tuh pemain pelatih dadakan ketika akan ada turnamen tak usah latihan karena mereka sudah latihan di klub masing2 jadi istilahnya tingal pangil langsung berangkat main dengan timnas negara lain, itu akan sangat menghemat biaya

Comments are closed.