Charis Yulianto Tak Keberatan Gajinya Dipotong Manajemen Arema FC

Hengkangnya trio Argentina, pelatih kepala Roberto Mario Carlos Gomez diikuti pelatih fisik Marcos Gonzales, dan gelandang serang Jonathan Jesus Bauman lantaran tak sepakat soal sistem penggajian SKEP/53/VI/2020 (50 persen) dan SKEP/48/III/2020 (25 persen), justru direspons berbeda oleh asisten pelatih, Charis Yulianto.

Charis Yulianto, mantan libero (center back) Arema era 1997-2002 dan 2011/2012 tersebut memilih positive thinking saat manajemen tim Singo Edan menerapkan SKEP/53/VI/2020 untuk penyesuaian gaji di kisaran 50 persen bagi klub Liga 1.

Arema FC yang menggunakan landasan SKEP/53/VI/2020 merinci skema baru besaran gaji per bulan para pelatih dan juga pemain, yakni nilai kontrak awal semusim dipangkas menjadi 50 persen.

Kemudian dikurangi gaji yang sudah diterima pelatih dan pemain sampai Agustus, dan dibagi lima bulan dari September sampai bulan terakhir sesuai durasi kontrak awal (Januari 2021).

“Intinya saya tidak ada masalah untuk skema penggajian baru itu, saya berpikir positif saja. Saya dan mungkin teman-teman lainnya termasuk pemain, mengerti situasinya memang seperti ini (pandemi virus corona),” kata Charis, kepada Skor.id.

“Tidak ada pilihan lain, diharuskan seperti itu juga, ya tanda tangani. Bagi saya pribadi ini tidak masalah, tidak tahu seperti apa menurut pelatih atau asisten pelatih lain,” ucap Charis.

Pelatih Arema FC, Mario Gomez (kanan) dan asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, berbincang seusai pertandingan melawan Tira Persikabo pada 2 Maret 2020. Ady Sesotya/Skor.id
Charis Yulianto mengakui dirinya tak berpikir lama untuk menerima skema penggajian baru yang disodorkan manajemen Arema dan menandatanganinya begitu tiba di Malang tanggal 2 Agustus lalu.

Seperti diketahui untuk gaji bulan Juli dan Agustus, manajemen Arema masih bepegang pada Surat Keputusan PSSI SKEP/48/III/2020 yakni sebesar 25 persen.