Kemenpora Coba Berbaik Sangka Pada PSSI Soal TC Timnas Indonesia

Pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia senior dan U-19 yang dilaksanakan di Jakarta belum juga dimulai kendati para pemain sudah berkumpul dan menjalankan tes usap, atau swab test.

Rumor tentang tiga pemain yang positif Covid-19 sempat merebak di media, meski PSSI tidak mau memberi keterangan untuk merespons hal tersebut. Padahal, tes sudah dilakukan sejak 23 Juli.

Latihan terus-menerus diundur, dari mulai rencana awal 25 Juli, ke 1 Agustus, hingga teranyar ditargetkan 7 Agustus. Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, PSSI sedang menunggu momen yang tepat.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto. Kemenpora berbaik sangka pada PSSI yang hingga kini belum memberi keterangan jelas tentang penundaan latihan.

“PSSI mungkin sedang mencari timing yang pas. Andai memang ada kasus Covid-19, PSSI kan memiliki tim dokter untuk mengendalikannya. Saya melihatnya seperti itu,” ungkap Gatot seperti diwartakan laman Antara.

Sebelumnya PSSI sudah memastikan bahwa mereka bakal sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan pada TC ini, termasuk menyiapkan langkah antisipasi andai saja ada anggota tim yang hasil tesnya positif.

“Jangan sampai ada klaster baru Covid-19 di timnas Indonesia. Saya meminta PSSI untuk mengeluarkan kebijakan taktis. Minimal, jika ada indikasi ke arah sana, yang positif Covid-19 benar-benar dipisahkan,” ujar Gatot.

Manajer pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga enggan membeberkan alasan latihan yang terus ditunda pada TC ini. Hal itu dipaparkan Tae-yong kepada media Korea Selatan, untuk mempersilakan bertanya langsung pada PSSI.

Moch. Iriawan, ketua umum PSSI, sudah memberi pernyataan resmi soal rencana latihan TC timnas Indonesia, melalui laman resmi PSSI. Hasil dari swab test yang telah dilakukan sejak awal tim dikumpulkan, masih ditunggu oleh PSSI.

Karena, ada beberapa swab test susulan. “Kami masih menunggu hasil swab test yang dilakukan pada hari Kamis (30/7) lalu. Hasil swab test tidak bisa cepat karena total yang mengikuti banyak, hampir 100 orang,” ungkap Iriawan.

“Pelatih Shin Tae-yong berkeinginan ingin melihat swab test secara keseluruhan sehingga baru akan memulai latihan perdana. Yang jelas meski belum latihan di lapangan, pelatih Shin Ta-yong juga memberikan program latihan kepada pemain selama di hotel,” tutupnya. (Goal Indonesia)