Pelatih Persik Kediri Masih Bingung Belum Bisa Ketahui Pemain yang Siap Lanjutkan Kompetisi

Persik Kediri dalam situasi sulit jelang lanjutan Liga 1 2020.

Macan Putih baru saja kehilangan Paulo Sitanggang yang pindah ke PSMS Medan.

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo berharap suporter bisa memahami jika Persik meraih prestasi tidak sesuai harapan di Liga 1 2020.

“Kami semakin sulit menatap kompetisi. Apa semua pendukung Persik mau mengerti dengan kondisi ini jika nanti Persik meraih hasil kurang maksimal? Itu yang selalu ada di pikiran saya,” kata Joko Susilo.

“Kami tidak ingin hanya sekadar mengikuti kompetisi. Nama besar Persik juga harus manggung,” terang pelatih yang akrab disapa Gethuk ini.

Di sisi lain, PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga melarang penambahan pemain atau transfer di lanjutan Liga 1 2020.

PT LIB hanya memperbolehkan pemain U-20 masuk ke tim senior.

Jika renegosiasi tidak menemukan kesepakatan, dipastikan amunisi Macan Putih akan berkurang.

“Sekarang kan belum jelas apakah semua pemain sepakat atau tidak. Itu juga ada di pikiran saya,” jelasnya.

Begitu pula dengan pemain asing Persik.

Belum redanya pandemi di sejumlah negara membuat mantan pelatih Arema itu khawatir jika para pemain asing tidak bisa kembali ke Indonesia.

Kondisi semakin sulit karena lanjutan Liga 1 2020 akan cukup padat.

Setiap klub harus melakoni 31 laga dalam waktu lima bulan, yait mulai 1 Oktober 2020 sampai 28 Feb 2021.

Jadi, setiap tim akan melakoni dua laga dalam sepekan.

“Saya juga belum tahu berapa pemain yang siap. Kami belum kumpul. Saya juga bingung mau persiapan bagaimana,” jelas pelatih yang sudah kantongi AFC Pro itu.

“Kalau sudah tahu pemain yang siap berapa, saya bisa persiapan. Saya baru bisa bicara kalau semua pemain sudah kumpul,” imbuhnya.