Hasil Laga Pekan Pertama Liga 2 Hangus, Ini Reaksi PSPS Riau

Rencana format baru di lanjutan Liga 2 2020 yang akan digeber Oktober nanti, membuat PSPS Riau terancam kehilangan poin yang telah diraih, pada satu laga pertandingan kandang perdana kemarin.

Seperti diketahui, pada pekan pertama Liga 2 yang berlangsung 15 Maret 2020 lalu, PSPS melakoni laga kandang menjamu Semen Padang. Hasilnya Askar Bertuah menang telak 3-0.

Setelah mengoleksi tiga poin ini, pertandingan Liga berhenti karena wabah Pandemi Covid-19.

Ya, hasil pertandingan pekan pertama Liga 2/2020, dipastikan tidak pengaruhnya pada lanjutan Liga 2 Oktober nanti.

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menegaskan, untuk hasil pekan pertama Liga 2 2020 yang berjalan sebelum kompetisi ditangguhkan, dipastikan hangus.

Lalu, apa reaksi Tim PSPS Riau, yang sudah mengantongi tiga poin?

“Kami pikir tentu semua tim yang berhasil meraih poin di satu laga kemarin, akan merasa rugi. Dan justru kebalikannya, tim yang tidak meraih poin karena menelan kekalahan merasa ada keuntungan,” kata Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik, Selasa (4/8/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Meski demikian, tambah Teza, bagi PSPS memang kemenangan kemarin hanya satu laga. Jika pun nantinya dilanjutkan dengan menghitung tiga poin yang sudah didapatkan, tentunya PSPS senang.

Tapi semua penggawa tetap harus bekerja keras, demi poin poin selanjutnya. Sebaliknya, jika nanti dalam lanjutan Liga 2 dimulai dari awal lagi, atau tidak dihitung tiga poin yang sudah diraih, PSPS tetap harus bekerja keras di setiap laga yang akan dijalani.

“Jadi kita tegaskan, pemain tidak boleh ada yang berpangku pada satu pertandingan saja. Harus melihat lebih luas lagi di semua pertandingan,” tegasnya.

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno mengatakan, rentang waktu pelaksanaan kompetisi Liga 2 di tengah pandemi COVID-19, diprediksi berjalan tak kurang dari dua bulan.

Sebelumnya, PSSI menetapkan hanya ada dua tim yang berhak mendapatkan jatah promosi ke Liga 1 dan tidak akan ada tim yang terdegradasi ke Liga 3.

Sebanyak 24 tim peserta Liga 2 juga akan dibagi menjadi empat grup. Dengan masing-masing grup diisi oleh enam tim. Lantas hanya diambil dua tim teratas di setiap grup untuk melaju ke fase babak gugur hingga final.

Asumsinya adalah lima laga di fase penyisihan grup, tiga pertandingan di babak delapan besar, satu laga semifinal, dan terakhir di partai puncak atau finalnya.

“Jadi akan kami mulai dari nol. Hasil laga Liga 2 2020 untuk tim yang sudah memainkan satu laga di awal kemarin, dipastikan tidak dianggap,” tegasnya.

PT LIB memastikan Liga 2 digelar dengan format baru, yaitu pembagian empat grup di fase penyisihan. Beda dengan sebelumnya yang terbagi dalam dua wilayah.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )