Pernah Ancam Pecat Shin Tae-yong, ke Mana Satgas Timnas Indonesia?

PSSI membentuk satgas Timnas Indonesia pada Juni 2020. Tim ini membawahi semua tim nasional mulai dari U-16 sampai senior dan untuk penanganan Piala Dunia U-20 2021.

Satgas juga bertanggung jawab ke ketua umum PSSI. Pun, Satgas terlibat ke dalam kegiatan timnas termasuk rekrutmen dan penilaian kinerja pelatih.

Tim ini diketuai oleh Syarif Bastaman yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Komite Pemilihan PSSI periode 2011-2015 dan 2019-2023. Syarif juga pernah duduk di kursi Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada tahun 2007-2011.

Selama menjalani tugasnya, Syarif dibantu oleh anggota Exco PSSI 2019-2023 Endri Erawan, COO Bhayangkara FC Kombes Pol. Sumardji, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.

Setelah dua bulan dibentuk, lalu apa yang dikerjakan Satgas? Satgas pernah paling vokal saat manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menolak panggilan PSSI untuk tiba ke Indonesia melatih timnya.

Tae-yong ketika itu ingin Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan. Bukan tanpa alasan, dia khawatir dengan besarnya angka penyebaran COVID-19 yang sedang tinggi-tingginya di Indonesia pada pertengahan Juni 2020.

Sebagai gantinya, ia menawarkan opsi agar Timnas Indonesia datang ke Korea. Alasannya kondisi di Negeri Ginseng sudah lebih baik terkait penyebaran COVID-19. Namun PSSI menolak dan tetap meminta Tae-yong untuk segera ke Tanah Air.

Satgas pun turun tangan menyikapi kondisi itu. Dengan tegas, Syarif saat itu mengancam akan memecat Tae-yong. “Wajar tidak pelatih datang ke Indonesia menolak gara-gara Covid-19? Dia memaksa kami untuk berlatih di Korea Selatan,” kata Syarif kepada awak Media, 19 Juni 2020.

Syarif juga menyebut Tae-yong mencari-cari alasan dengan menyebut kondisi di Indonesia mengkhawatirkan. Dia tak peduli, dan meminta Tae-yong memenuhi aturan sesuai kontrak.

“Mau Maradona, Mourinho, Arsene Wenger, Alex Ferguson, sama. Dia memenuhi kewajiban atau tidak. Kalau dia Tae -yong tidak datang harus kami evaluasi. Mungkin dipecat. Sejago apapun dia,” tegasnya.

Tae-yong memang pada akhirnya tiba di Indonesia. Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu sudah berada di Tanah Air sejak 23 Juli 2020. Sebelum kedatangannya, Tae-yong telah memanggil 29 pemain Timnas Indonesia dan 46 pemain Timnas U-19 untuk menjalani TC.

Tapi, TC yang rencananya bakal digelar pada 25 Juli urung digelar. Tae-yong meminta ofisial tim dan pemain menjalani swab test sebanyak tiga kali. Tae-yong pun bersikukuh untuk membawa pemainnya menjalani TC di Korea.

Berbeda dengan sebelumnya, PSSI kali ini luluh dan merestui Tae-yong membawa pemainnya ke Korea. Bahkan, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan meminta Tae-yong membawa Timnas senior dan Timnas U-19 agar kedua kategori itu bisa sekaligus dilatih.

VIVA kemudian mencoba menghubungi Syarif terkait restu yang diberikan Iriawan kepada Tae-yong membawa skuat Garuda ke Korea. Namun, Syarif terkesan bungkam dengan menjawab seadanya. “Tanya ke Indra Sjafri saja,” kata Syarif, Jumat 21 Juli 2020.

Terlepas dari itu, Tae-yong bakal memulai TC pada 1-8 Agustus 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Setelah itu, Tae-yong baru akan membawa skuat Garuda ke Korea.

Di sana, Timnas Indonesia bakal menghadapi 4-5 klub top Korsel. Hal tersebut seperti disampaikan langsung oleh Iriawan.

“Shin menyampaikan ada empat sampai lima lawan yang bisa dihadapi oleh timnas. Jadi, bukan hanya bertanding, melainkan juga atmosfer pertandingan untuk mengincar kemenangan,” ucap Iriawan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.