Kiprah Jandia Eka Putra, Matang di Semen Padang dan Gemilang di PSIS Semarang

PSIS Semarang seperti tak pernah kehabisan penjaga gawang yang berkualitas, semenjak era I Komang Putra. Kini ada nama Jandia Eka Putra yang menjadi idola bagi para penggemar tim Mahesa Jenar.

Jandia Eka Putra tergolong kiper senior dengan usianya yang telah menginjak 33 tahun. Namun, perihal performa di lapangan, kiper bertinggi 180 cm ini tidak perlu diragukan lagi.

Kiper dengan ciri khas berpenampilan rambut gondrong yang dikucir ini jadi sosok kunci di barisan paling belakang PSIS. Ia dikenal piawai dalam melakukan refleks menggagalkan peluang lawan.

Ketangkasan dan kelincahan Jandia Eka membuat gawang PSIS nyaman sepanjang pertandingan. Pemain yang penampilannya mirip dengan bek Liverpool, Virgil van Dijk ini sebenarnya lama berkarier di kampung halamannya bersama Semen Padang.

Ketika PSIS berhasil mentas dari kasta kedua ke Liga 1 pada musim 2018, Jandia pun bergabung. PSIS menjadi klub perantauan pertamanya setelah lama bermain di klub tanah kelahiran.

Kali ini Bola.com menyajikan ulasan menarik tentang kiprah seorang Jandia Eka Putra. Ia matang bersama Semen Padang, dan kini gemilang di PSIS Semarang.

Matang Bersama Semen Padang

Jandia Eka Putra lahir di Padang, 14 Juli 1987. Sepak bola di Padang sudah tidak bisa dipisahkan darinya sejak masih belajar menekuni olahraga ini.

Jandia mengawali karier di klub PSP Padang, sebelum akhirnya bergabung dengan Semen Padang. Di PSP, ia tercatat bermain pada medio 2008 hingga 2009.

Semen Padang memaksimalkan bakatnya. Jandia delapan tahun berturut-turut dirinya membela tim Kabau Sirah, yakni sejak tahun 2009 hingga 2017.

Banyak pengalaman dan ilmu yang ia dapatkan di klub kebanggaan tanah kelahirannya, terutama saat Semen Padang mencapai masa-masa kejayaan dibesut oleh Nilmaizar pada 2011-2013.

Semen Padang menjadi juara Liga Primer Indonesia saat itu dan berhak mendapatkan jatah tiket tampil di Piala AFC. Jandia Eka Putra pun ikut bahu-membahu membawa timnya tampil apik dengan mampu mencapai babak perempatfinal.

Tahun 2017 menjadi waktu perpisahannya dengan Semen Padang, Jandia Eka harus pergi seiring timnya harus terdegradasi ke Liga 2. Total sang penjaga gawang telah mencatatkan 125 laga bersama Semen Padang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.