Urunan, Turun ke Jalan, Ronggomania Bagikan 1.000 Masker di Tuban

Ronggomania tidak sebesar kelompok suporter lain. Namun, suporter Persatu Tuban itu tidak mau tinggal diam selama pandemi. Mereka ikut melawan persebaran Covid-19.

Perempatan GOR Rangga Jaya Anoraga, Tuban, digeruduk. Sekelompok orang yang kompak memakai baju hijau memenuhi jalan. Saat lampu merah menyala, mereka kemudian mendatangi setiap pengendara.

Tenang, yang dilakukan itu bukan aksi kriminalitas. Justru sebaliknya. Mereka membagikan masker kepada pengendara. Aksi tersebut dilakukan Ronggomania. Suporter Persatu Tuban itu tahu bahwa daerahnya berstatus zona merah. Karena itu, mereka memutuskan jadi garda terdepan dalam melawan persebaran virus.

Aksi bagi-bagi masker itu dilangsungkan akhir Mei lalu. Tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri (24/5). Total ada 1.000 masker yang dibagikan kepada pengendara. ’’Aksi ini kami lakukan agar semua bisa bersama-sama melawan Covid-19,’’ kata Ida Husni Mubarok, presiden Ronggomania. Mereka ingin warga Tuban yang selama ini acuh bisa mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Karena itu, Ronggomania tidak bergerak sendirian. Mereka didukung langsung oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tuban. Bahkan, tim tersebut juga ikut terjun langsung dalam bagi-bagi masker. Aksi tidak berhenti sampai di situ. Menjelang petang, Ronggomania juga membagikan bingkisan takjil. Totalnya sama dengan masker, yakni 1.000 paket.

Aksi itu terbilang luar biasa. Lalu, dari mana dana untuk kegiatan tersebut? ’’Kami galang dana dari semua korwil. Intinya, kami galang dana seadanya,’’ jelas Ida. Untungnya, bantuan dari berbagai pihak mengalir. Salah satunya komunitas pencinta sepak bola di Tuban. ’’Mereka tahu kalau kami akan mengadakan aksi bagi masker. Kemudian, mereka membantu. Ada yang berupa masker maupun uang,’’ tambahnya.

Bahkan, aksi dari Ronggomania itu mengetuk pihak manajemen Persatu. ’’Manajemen klub ikut memberikan bantuan,’’ kata Ida. Hal itu membuat Ronggomania kian bersemangat dalam melakukan aksi sosial. Sebab, banyak pihak yang mendukung aksi mereka. ’’Intine urunan sak koncone dewe gawe bareng-bareng nglawan Covid-19 (Intinya urunan sesama teman sendiri untuk bersama-sama melawan Covid-19),’’ jelas pria asli Tuban tersebut.

Memang, jumlah masker yang dibagikan hanya 1.000. Namun, dengan aksi itu, warga Tuban jadi sadar akan pentingnya memakai masker. Selain itu, Ronggomania tetap mengingatkan untuk selalu mencuci tangan dan menjaga jarak. Jika Covid-19 sudah lenyap, Ida berharap kompetisi bisa dilanjutkan. Saat ini Persatu berlaga di Liga 3. ’’Semoga kompetisi bisa bergulir kembali, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada. Jadi tidak berdampak pada perjalanan tim,’’ tambah Ida. Bagi Ronggomania, Persatu diharapkan bisa segera bangkit, kemudian kembali ke Liga 2 musim depan. ’’Saya harap ke depan sepak bola Indonesia semakin maju dan fair play,’’ tegasnya.