Gede Widiade Kritik PT LIB: Mereka Nggak Punya Kemampuan

Mantan Direktur Utama Persija Jakarta dan kini mengelola Persiba Balikpapan di Liga 2 2020, Gede Widiade mengkritisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Menurut Gede Widiade, Liga 2 juga memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional, andai dikelola dengan benar oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator, dan PSSI sebagai induk sepak bola nasional.

Hal itu ia buktikan saat menggelar acara pembukaan Liga 2 2020 di Stadion Batakan, Balikpapan, Maret lalu. Acara berlangsung meriah dan ia mendapat keuntungan besar. Menurut Gede, daya beli masyarakat saat ini cukup tinggi dan sangat menjanjikan.

“Waktu pembukaan Liga 2 kemarin, antara biaya sama pendapatan itu hampir empat kali lipat, saya dapat 40 perak, mengeluarkan hanya 10 perak. Apa nggak bahagia kalau Liga 2 itu dikelola dengan bagus?” tutur Gede Widiade dalam sesi live di Kaltim Post.

Sepanjang masa jabatan Gede Widiade di Persiba, ia mengaku belum merasakan sebuah terobosan yang baik dari PT LIB, bagaimana mengelola simbiosis antara suporter dengan hadirnya pertandingan.

Padahal, andai PT LIB mampu mengelola pertandingan dengan baik, masyarakat tentu akan menambah daya beli, dan berimbas pada perbaikan kualitas klub, termasuk kemungkinan bagi klub untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik ke daerah mereka.

“Pemikiran ini belum ada di PT Liga, mereka tidak pernah memikirkan klub itu akan bagus, mereka itu hanya memutar kompetisi.”

“Mereka tidak pernah meng-empower klub, bagaimana klub itu supaya bagus, supaya untung. Mereka sendiri saja nggak punya kemampuan untuk itu. Makanya kalau orang yang mengelola di Liga atau PSSI nggak ngerti bola, ya rontok lah negara,” pungasnya.

Di sisi lain, Gede Widiade turut mengajukan Persiba Balikpapan menjadi tuan rumah Liga 2 2020. Selain memiliki Stadion Batakan yang berstandar internasional, ia juga mengakui jika masyarakat Balikpapan sangat gemar akan sepak bola.