Diego Michiels: Pemain Muda Borneo FC Harus Punya Rasa Malu

Kapten Borneo FC Diego Michiels mengingatkan pemain muda Pesut Etam agar tidak membuang kesempatan tampil di kompetisi kasta tertinggi untuk meningkatkan kemampuannya menjadi lebih baik.

Pemain muda bakal mempunyai kesempatan tampil lebih banyak pada lanjutan Liga 1 2020 setelah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menerapkan regulasi kewajiban bagi setiap klub menurunkan pemain berusia di bawah 20 tahun.

Diego mengingatkan juniornya agar regulasi itu tidak sekadar dijadikan aji mumpung, dan justru harus dimaksimalkan untuk mengembangkan kemampuan, serta memperlihatkan kemampuan supaya karir mereka bisa lebih panjang.

Pria blasteran itu berkaca dari pengalamannya ketika pertama kali berkarir sebagai pemain muda. Menurutnya, jika regulasi itu tidak dimanfaatkan dengan baik, bisa menjadi bumerang bagi pemain muda.

“Saya setuju dan tidak ada masalah regulasi pemain muda. Tapi pemain muda jangan cepat puas jika diberi kesempatan bermain,” tegas Diego dilansir laman resmi klub.

“Saya harap yang diberi kesempatan bermain memang punya kualitas. Pemain muda harus malu kalau diberi kesempatan hanya karena regulasi. Tidak bagus untuk karier yang panjang.”

Diego menambahkan, pemain muda harus mempersiapkan diri mereka dengan baik sebelum mendapatkan kesempatan bermain. Performa bagus tidak hanya menguntungkan bagi diri sendiri, melainkan juga berdampak kepada hasil positif tim.

“Semua perlu proses dan perjuangan. Jangan sampai keuntungan yang ada justru tidak dimanfaatkan dengan baik. Pemain muda harus sadar dengan hal itu,” ujar pemain kelahiran Deventer, Belanda, bersuia 29 tahun ini.

“Kesempatan bermain itu untuk melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Banyak anak muda yang diberi kesempatan, justru tampil biasa saja. Semua harus maksimal saat latihan dan di pertandingan.”

Liga 1 direncanakan kembali dilanjutkan pada 1 Oktober setelah sempat terhenti sejak pertengahan Maret akibat pandemi virus Corona. Sejumlah regulasi baru akan diterapkan di kompetisi yang berlangsung di tengah kondisi luar biasa ini.

Borneo FC telah memutuskan berkandang di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena PSSI menginginkan agar klub bermarkas di Pulau Jawa pada lanjutan Liga 1 supaya seluruh elemen tim tidak terdampak pandemi dari pertandingan yang mereka jalani.