Lunasi Gaji Mei dan Juni, PSS Janji Tidak Menunggak Lagi

Pemain, pelatih, dan karyawan PSS Sleman bisa bernapas lega. Sebab, manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa itu akhirnya melunasi tunggakan gaji. Pembayaran gaji untuk Mei dan Juni tersebut dilakukan kemarin pagi.

Pelunasan gaji sudah sesuai janji manajemen. Jumat lalu (17/7) mereka memang berjanji bakal melunasi gaji pada 24 Juli. Sejatinya, beberapa pihak sempat ragu. Maklum, sebelumnya, sudah dua kali janji serupa dibuat. Hasilnya? Tidak pernah ditepati. ’’Tapi, hari ini (kemarin) gaji sudah cair kok, Mas. Langsung dua bulan,’’ kata bek PSS Arthur Irawan kepada Jawa Pos.

Direktur Utama PT PSS Marco Paulo Garcia mengungkapkan, kondisi keuangan tim mulai stabil. Bahkan, dia menjamin tidak akan ada keterlambatan gaji lagi ke depan. Baik itu bagi pemain, pelatih, maupun karyawan. ’’Anggaran untuk PSS sudah aman setidaknya sampai akhir tahun ini. Jadi, semoga tidak ada keterlambatan (gaji) lagi,’’ ucap Marco saat dihubungi Jawa Pos.

Lantas, apa yang membuat gaji sempat tersendat? Marco menyebut, itu merupakan dampak dari proses peralihan saham PT PSS. Pada 15 April lalu, PT PSS memang mengalihkan mayoritas saham ke PT Palladium Pratama Cemerlang. Nah, setelah proses peralihan, masih ada beberapa hal yang perlu dibereskan. ’’Termasuk direksi PT Palladium yang saat itu belum terisi,’’ tambah mantan CEO Badak Lampung tersebut.

Nah, pekan lalu, jajaran direksi PT Palladium Pratama Cemerlang sudah sepenuhnya terisi. Pihak Palladium kemudian menunjuk Andi Wardhana sebagai direktur keuangan yang baru. Dia menggantikan posisi Sotja Baksono. Melalui Andi itulah, Palladium langsung menggelontorkan dana segar. ’’Pekan ini dananya sudah masuk,’’ tambah Marco. Dana itu kemudian digunakan untuk melunasi tunggakan gaji pemain, pelatih, dan karyawan.

’’Sebenarnya sudah ada direktur keuangan yang baru sejak pekan lalu. Tapi, beliau harus menunggu legalitas, Setelah itu, baru bisa mengurus pelunasan tunggakan gaji,’’ jelas Marco.

Setelah kondisi keuangan membaik, pemain diharapkan bisa lebih fokus di lapangan. Saat ini, skuad PSS Sleman memang belum memastikan kapan akan menggelar latihan. Nyaris seluruh pemain juga masih berada di kampung halaman masing-masing. Termasuk pelatih Dejan Antonic yang masih bertahan di Hongkong. Soal latihan, Arthur memilih menunggu kabar dari manajemen. Dia juga tak mempersoalkan jika kompetisi nanti bergulir tanpa penonton.

’’Pasti ada rasa aneh main tanpa suporter. Apalagi di PSS kami punya suporter yang luar biasa. Tapi, sebagai pemain, kami harus tetap fight 100 persen,’’ ujar Arthur yang saat ini masih berada di Jakarta.

1 Comment

  1. Harusnya pss di beli bcs dan slemanis jadi manajemen ada di bcs dan slemania, dengan patungan semua suporter pss, baik bcs maupun slemania dan pecinta pss min 100 rb perbulan per orang jika ada 50 ribu soporter sudah terkumpul 5.000.000.000 sebulan jika setahun 60.000.000.000 dan itu sudah cukup untuk biaya operasional pss selama semusim kompetisi dan pemilihan pelatih ataupun pemain ada ada di tanggan suporter. Termasuk semua kebijakan klub

Comments are closed.