Penginjak Wasit di Bekasi Pernah Bawa Jakarta United Juara Liga 3

Terduga pelaku penginjak wasit di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat Nager Damutubun diketahui pernah bawa Jakarta United juara Liga 3.

Kabar buruk tengah menimpa dunia sepak bola Indonesia, di mana ada sebuah pertandingan amatir atau antarkampung (tarkam) yang berujung tindak kekerasan.

Kejadian memilukan ini mencuat kala akun media sosial Twitter @horabpodcast membagikan video yang berujung baku hantam kepada sang pengadil lapangan.

Wasit yang menjadi korban diketahui bernama Wahyudin dan berasal dari Jakarta Utara. Dirinya memimpin laga Champas FC vs Yutaka di Fun Football Gilbar FC 2020.

Dalam laga tersebut, pihak Champas FC merasa sangat dirugikan akan sejumlah keputusan Wahyudin. Terlebih dirinya memang bertugas sendiri.

Merasa dapat kabar burung yang beredar di lapangan akan isu-isu tak sedap, sejumlah pemain Champas FC melayangkan protes kelewat keras dan berujung menganiaya wasit.

Salah satunya adalah Nager Dumatubun yang sedang membela Champas FC dan menjadi salah satu terduga pelaku tindak kekerasan terhadap Wahyudin pada saat itu.

Dalam video dan foto amatir yang tersebar di media sosial, Nager tertangkap jelas hendak menginjak sang wasit yang sudah terjatuh di lapangan.

Tak hanya itu menurut rumor yang beredar di dunia maya kalau terduga penginjak wasit itu turut membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Biaya pun diduga ditanggung oleh Nager Dumatubun. Sempat pula isu panas yang beredar kalau terduga pelaku mengajak damai ke Wahyudin dengan memberikan uang.

Kendati begitu Wahyudin enggan menerima perilaku tersebut. Dirinya, usai mendapat masukan dari pihak-pihak terdekat, memilih untuk membawa ke ranah hukum.

Sejumlah foto Wahyudin yang menerima luka memar di area wajah pun beredar luas di dunia maya. Hal tersebut menjadi bukti nyata kekerasan ada di sepak bola.

Mengetahui hal ini Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono dan Seskemenpora Gatot S. Dewa Broto ikut mengutuk tindakan kekerasan tersebut.

Nager Dumatubun pun diketahui pernah dikontrak oleh salah satu peserta Liga 3, yakni Jakarta United. Bahkan terduga pelaku sempat menjadi kapten tim.

Hal ini dibenarkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Jakarta United Aji Bintara. Menurut Aji, Nager musim 2020 sudah didepak skuatnya.

“Dia kontrak musim ini tak diperpanjang karena mungkin pergantinan pelatih. Jadi tidak sesuai kebutuhan tim,” ujar Aji kepada INDOSPORT.com, Selasa (14/07/20).

Bagi pihak Jakarta United, perilaku brutal Nager Dumatubun sudah tak ada kaitannya dengan tim dan di luar kewenangan klub yang berdiri sejak 2005 itu.

“Nager itu kapten saat saya masih jadi pelatih Jakarta United. Dia kapten dua musim di 2018 dan 2019,” imbuh Aji.

Kendati demikian, di balik tindak kekerasan yang dilakukan oleh Nager Rumatubun, ternyata dirinya sempat mengantarkan sebuah klub sepak bola meraih prestasi.

Berdasarkan penuturan Aji, Nager sempat membela klub yang berjuluk The Leopard itu selam dua musim, yakni 2018 dan 2019 serta menjadi kapten tim.

Pada musim 2018, Jakarta United bermain di Liga 3 regional DKI Jakarta dengan masuk ke Grup D bersama lima klub lain dalam memperebutkan posisi dua teratas.

Bahkan Nager mampu membawa klub yang dimiliki PT Jakarta Sinergi Utama itu tak terkalahkan dalam lima pertandingan di Grup D dan melaju ke fase gugur.

Di babak gugur pun, Jakarta United sukses menghantam Bintang Kota FC (3-0), PSJS South Jakarta (2-1), dan final Pro: Direct FC (4-2 Penalti).

Sehingga Jakarta United sukses juara Liga 3 2018 Regional DKI. Akan tetapi ketika memasuki putaran nasional mereka tak berdaya terhadap lawan.

Setahun kemudian, Jakarta United kembali diantarkan oleh Nager untuk menjadi juara Liga 3 2019 Regional DKI Jakarta usai tak terkalahkan dari babak grup hingga final.

Namun upaya The Leopard tembus ke putaran nasional Liga 3 2019 kembali pupus kala dibantai PSIL Lumajang dengan skor mencolok 0-13 (dua leg).

1 Comment

  1. Sebenarnya pemain ini layak masuk tim besar semisal persija,persib, bayangkara fc, arema dll bahkan haruanya dia juga bisa bermain di timnas senior

Comments are closed.