Timnas: Menunggu Gebrakan Shin Tae-yong Sebelum Piala Dunia U-20

Jika pandemi virus corona bisa menurun pada Oktober-November 2020, saat itu tim nasional sepak bola Indonesia senior dan tim di bawah usia 19 tahun PSSI memiliki jadwal pertandingan internasional yang cukup padat. Ada lanjutan kualifikasi babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia dan Piala Asia U-19 di Uzbekistan. Ini adalah debut kepelatihan Shin Tae-yong.

Meski sudah tersisih, tapi menjaga peringkat di badan sepak bola dunia, FIFA, dan menjaga martabat serta misi pembinaan jangka panjang, pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia itu tetap penting bagi Timnas Indonesia senior.

Selain itu, yang tak kalah menarik, ajang itu sebenarnya dijadwalkan menjadi debut kerja dari Shin Tae-yong, pelatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2018, yang dikontrak PSSI sejak akhir tahun lalu selama empat tahun.

Timnas Indonesia dijawalkan akan menjalani pertandingan tandang kualifikasi Piala Dunia melawan Thailand, pada 8 Oktober 2020. Lantas timnas melawat ke markas Uni Emirat Arab, 13 Oktober, dan terakhir melawan Vietnam 12 November.

Shin Tae-yong dikontrak untuk menangani Timnas senior dan Timnas U-19. Tim terakhir itu bahkan sangat penting buat Shin karena diproyeksikan untuk tampil pada Piala Dunia U-20 pada 2021 yang berlangsung Mei-Juni di Indonesia.

Karena itu, Piala Asia U-19 di Uzbekistan menjadi ajang persiapan yang penting buat Timnas U-19. Pergelaran di Uzbekistan akan berlangsung pada 14-31 Oktober 2020. Timnas U-19 masuk Grup A yang dihuni bersama tuan rumah, Kamboja, dan Iran.

Tapi, kapan Shin Tae-yong kembali lagi ke Indonesia untuk memenuhi permintaan Ketua Umum PSSI. Mochamad Iriawan, untuk melihat lebih dulu skuadnya, terutama di Timnas U-19, sebelum menyeleksinya menjadi tim yang lebih ramping dan baru diizinkan untuk menggelar pemusatan latihan di Korea?

Di situs media resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, pssi.org, pada 9 Juli 2020, disebutkan Shin Tae-yong memastikan segera datang ke Indonesia. Kepastian ini disampaikannya melalui surat yang dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut, seperti dikutip dari pssi.org, menyatakan menghormati Ketua Umum PSSI dan meminta PSSI mempersiapkan hal-hal teknis untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 dan Timnas Indonesia senior.

“Kami ingin informasi yang akurat tentang jadwal dan persiapan TC Timnas U-19 di Korea Selatan. Jadwal saya dan tim pelatih dari Korea Selatan ke Indonesia, lalu periode isolasi, tempat isolasi, dan jadwal selama periode isolasi,” kata Shin Tae-yong.

Pelatih yang membawa Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu menambahkan roadmap untuk timnas U-19 dan timnas Indonesia senior akan diubah. Hal ini karena keterlambatan pemusatan latihan Timnas U-19 di Korea Selatan karena kembalinya ia dan tim pelatih ke Indonesia.

Terkait Piala Dunia U-20 2021, Piala AFF 2020 dan 2022, serta peringkat FIFA timnas Indonesia, Shin menyatakan bahwa selama periode kontrak empat tahun, prioritasnya ialah meningkatkan landasan sepak bola Indonesia guna memperbaiki masalah mendasar dan meletakkan dasar bagi sepak bola Indonesia menuju tingkat yang lebih tinggi.

“Tujuan utama adalah untuk lolos dari fase grup pada Piala Dunia U-20 tahun 2021 dan juara Piala AFF 2022. Karena itu, yang lebih penting adalah Piala AFC U-19 2020 dan Piala AFF 2020 sebagai proses bagi kita untuk naik ke level yang lebih tinggi,” jelas Shin Tae-yong.

Di situs tersebut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengakui sudah membaca, mempelajari roadmap dan surat keinginan pelatih Shin Tae-yong.

“Iya saat ini PSSI menunggu Shin Tae-yong untuk kembali ke Indonesia bertemu dengan kami. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Shin Tae-yong untuk jadwal ke Indonesia. Visa dan kitas nya dia pun sudah ada,” kata Mochamad Iriawan.

Tapi, sampai memasuki pertengahan Juli ini, belum ada isyarat kapan Shin Tae-yong kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan Timnas Senior dan Timnas U-19. Sementara waktu terus berjalan. Mungkin pelatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 itu punya pertimbangan lain soal lamanya persiapan.