Pesepak Bola Muda Indonesia Kini Punya Kesempatan Berkiprah di Spanyol

Perusahaan kerja sama antara Batavia Picture dan akademi sepak bola ASIOP, Batavia Sports Group (BSG), baru saja mengakuisisi salah satu klub sepak bola kasta keempat Spanyol.

Klub yang baru saja diakuisisi oleh BSG itu bernama C.D. Polillas Ceuta.

Dengan kesepakatan tersebut, tentu ada peluang bagi para pesepak bola muda Indonesia untuk berkiprah di Negeri Matador.

Menurut agen ternama Tanah Air, Mulyawan Munial, langkah akuisisi yang dilakukan merupakan hal positif karena dapat memajukan sepak bola Indonesia.

“Saya sudah mengenal siapa-siapa background yang ada di BSG. Memang mereka sudah pengalaman,” ujar Muly, panggilan akrab Mulyawan, yang dikutip dari BolaSport.com, Selasa (14/7/2020).

Muly mengatakan bahwa apa yang dilakukan BSG merupakan langkah serius yang layak diapresiasi.

“Ini betul-betul untuk memajukan sepak bola di Indonesia. Terutama anak-anak muda,” ucap Muly yang juga merupakan pemilik Munial Sports Grup (MSG) selaku partner untuk Head of Scouting.

Muly lalu teringat pada beberapa tahun lalu saat mengikuti perjalanan orang-orang yang ada di BSG.

Mereka menghabiskan perjalanan dua pekan dengan mobil yang di dalamnya berisikan tujuh orang penumpang untuk berkeliling Spanyol dan Portugal.

“Kami ketuk semua pintu klub-klub. Tujuannya tempat mana yang cocok untuk anak-anak Indonesia,” kata Muly.

Lantas, mengapa pada akhirnya klub kasta keempat seperti C.D. Polillas Ceuta yang diakuisisi BSG?

Menurut Muly, karena di situlah cara menguji coba anak-anak Indonesia, apakah mereka siap atau tidak untuk langsung terjun ke Eropa.

Saat ini, BSG akan fokus di kelompok usia U-19. Namun, nantinya juga akan ada program untuk U-15, U-16, dan U-17.

“Memang selama ini pengalaman saya sebagai agen, dalam mengirim pemain-pemain ke luar, dalam aturan FIFA disebutkan bahwa yang di bawah U-18 belum bisa main, belum ikut kompetisi, hanya latihan,” kata Muly.

“Nah, dengan BSG mengambil C.D. Polillas Ceuta, kami punya kontrol. Nanti ke depannya banyak anak-anak di bawah U-18 disiapkan program, di mana mereka bisa berkompetisi, apakah itu pertandingan persahabatan atau sebuah turnamen.”

“Saya harapkan juga nanti ini usia sekian, gap-nya kecil, kami tahun ini mengincar kelahiran 2002, kenapa? Karena 2001 sudah lewat 19 tahun, dan 2003 belum bisa main di Eropa. Mungkin ada dua sampai empat anak, mungkin tahun ini dimulai dengan dua sampai empat anak beasiswa untuk kelahiran 2002,” tutur Muly.

Tugas Muly di BSG dan Polillas Ceuta yakni mencari pemain-pemain terbaik Indonesia.

Kemudian ia berkewajiban untuk mempersiapkan pemain dengan sebaik-baiknya.

“Tugas saya membantu bagaimana anak-anak ini diatur dengan benar. Berada dalam manajemen keagenan,” tutur Muly.

Kata Muly, seorang Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo pun tetap mempunyai manajemen dan agen.

Seorang agen, kata Muly, bukan hanya mencari uang untuk kontrak satu tahun sekali lalu ditinggal.

“Tetapi bagaimana tetap membina anak-anak itu, dan saya siap mendukung BSG,” tutur Muly. (Mochamad Hary Prasetya)