Pasoepati Bersih-Bersih Kota Solo untuk Songsong Piala Dunia U-20 2021

Kegiatan unik dilakukan Pasoepati. Selama masa pandemi, suporter Persis Solo tersebut turun ke jalan untuk bersih-bersih. Bukan hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan amal, yakni donor darah.

Pengendara di perempatan Ngarsopuro, Solo, dibuat kaget. Saat lampu merah menyala, tiga orang muncul dari pinggir jalan. Mereka membawa alat pel. Tanpa basa-basi, ketiganya langsung mengepel zebra cross. Aksi berhenti ketika lampu hijau menyala.

Ternyata, kegiatan itu dilakukan Pasoepati. Suporter Persis Solo tersebut memang punya gawe Minggu lalu (12/7). Mereka membersihkan zebra cross di perempatan Ngarsopuro. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga membersihkan traffic light Ngarsopuro. Termasuk membersihkan halte Batik Solo Trans (BST).

Ide unik itu muncul dari Mayor Haristanto. Dia adalah pendiri Pasoepati. Ide tersebut tercetus begitu saja. ’’Pokok tajuknya adalah berbuat baik untuk Kota Solo,’’ kata Mayor kepada Jawa Pos. Kegiatan itu tidak hanya dilakukan untuk mengisi waktu selama pandemi. Tapi sekaligus untuk memperingati Hari Suporter Nasional yang jatuh setiap 12 Juli.

Kegiatan itu juga dapat meyakinkan warga bahwa suporter tak hanya identik dengan sepak bola. Mereka juga bisa melakukan kegiatan sosial. ’’Suporter ini juga makhluk sosial yang bisa membantu sesama,’’ kata pria yang menjabat presiden Pasoepati pada 2000–2001 tersebut. Karena itulah, cara-cara unik dilakukan. ’’Cara paling mudah ya ngelap sama ngepel fasilitas umum,’’ tambahnya.

Menurut dia, dengan membersihkan fasilitas umum, Pasoepati mengajak warga Solo untuk menjaga kebersihan kota. Itu adalah bentuk pembelajaran. Sebab, setelah ini, Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Ya, Stadion Manahan, Solo, memang masuk enam venue yang direkomendasikan PSSI. ’’Kami ingin menunjukkan bahwa Pasoepati siap menyambut Piala Dunia,’’ tegas Mayor.

Hanya, dalam kegiatan tersebut, tidak banyak Pasoepati yang ambil bagian. ’’Cuma sekitar 20 yang ikut,’’ katanya. Mayor punya alasan soal tidak banyaknya Pasoepati yang turut serta. Sebab, pihaknya memang membatasi jumlah Pasoepati yang ambil bagian. ’’Karena ini masih ada aturan physical distancing. Kalau nggak ada, bisa-bisa Pasoepati bersih-bersih seluruh Kota Solo,’’ selorohnya.

Hebatnya, setelah bersih-bersih, masih ada kegiatan lain yang dilakukan. Seluruh Pasoepati kemudian langsung melakukan donor darah. Aksi itu sekaligus membuktikan bahwa Pasoepati tetap peduli dengan kesehatan warga. ’’Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa membantu sesama. Bukti bahwa suporter itu juga bagus dalam bersosialisasi,’’ tambah Mayor.

Mayor paham kegiatan yang mereka lakukan sangat simpel. Namun, dia yakin cara-cara unik tersebut justru bisa menarik perhatian warga. Bahkan, dia berharap suporter lain bisa mengadakan kegiatan serupa. Sebab, tidak dibutuhkan dana seabrek untuk mengadakan acara seperti itu. ’’Cara ini sederhana, tapi nyata. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi suporter lain,’’ harapnya.

Artinya, suporter yang wilayahnya ditunjuk sebagai venue Piala Dunia U-20 bisa menerapkan hal serupa. Selain Solo, ada lima daerah lagi yang bakal menjadi tuan rumah. Yakni, Jakarta, Palembang, Bandung, Gianyar, dan Surabaya.