Madura United Tak Siapkan Kandang Alternatif

Manajemen Madura United memastikan mereka tetap bermarkas di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, dan Gelora Bangkalan ketika Liga 1 2020 dilanjutkan pada 1 Oktober.

PSSI sebelumnya menyatakan, lanjutan Liga 1 akan digelar di Pulau Jawa. Keputusan itu membuat klub di luar Pulau Jawa mulai memikirkan mencari kandang agar bisa tetap berpartisipasi.

Direktur utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PT PBMB) Zia Ulhaq mengatakan, Madura United tetap memakai kedua stadion yang selama ini selalu menjadi markas mereka di musim sebelumnya, meski angka kasus pandemi di Jawa Timur tidak melandai.

Berdasarkan data pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim hingga akhir pekan kemarin, sedikitnya 16.658 orang terinfeksi COVID-19, dan 12.500 lainnya berstatuskan pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan, di Pulau Madura, pasien yang terinfeksi virus mematikan itu sebanyak 749 orang. Berbeda dengan PDP yang sebanyak 268 pasien.

“Prioritas dan komitmen kami tetap akan mengutamakan stadion-stadion di Madura. Klub ini milik Madura. Kami tetap main di dua stadion yang masuk standar, yaitu SGMRP dan SGB. Jadi, kalau dilanjutkan, pilihan kami tetap,” tegas Zia dilansir laman resmi klub.

Pria yang akrab disapa Habib itu menguatarakan, manajemen akan terus memantau perkembangan penyebaran COVID-19 di Jatim, terutama Madura. Sebab, Madura United mngutamakan keselamatan dan kesehatan.

“Akan terus kami pantau perkembangannya. Nanti terus dipertimbangkan, karena ini bukan sebatas kepentingan memulihkan kembali ekonomi dan kepentingan timnas Indonesia, tapi ini demi keselamatan dan kesehatan,” ucap Habib.

“Kalau harapan, semoga segera membaik, dan hidup normal kembali. [Bagi] Yang masih tidak memperhatikan protokol kesehatan, segera mengikuti tatanan hidup baru ini.”

Saat ini Laskar Sape Kerrab menduduki peringkat delapan klasemen sementara dengan nilai empat dari tiga pertandingan. Poin itu diperoleh dari masing-masing satu kemenangan, imbang, dan kekalahan.