Liga 1 2020 Digelar Tanpa Penonton, Pentolan Bonek Merasa Pesimistis

Pentolan Bonek, Husain Ghozali, pesimistis terhadap peraturan Liga 1 2020 yang menggelar laga tanpa penonton demi menghindari kerumunan banyak orang.

Keputusan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid-19 masih mendapat tentangan dari sejumlah pihak.

Bonek misalnya, menjadi pihak yang cukup konsisten mengajukan keberatan mereka terhadap pelaksanaan kompetisi di tengah situasi darurat.

Salah seorang pentolan Bonek, Husain Ghozali, memberikan kritiknya terhadap keputusan dari PSSI dan PT LIB.

Salah satu yang mendapat sorotan adalah kebijakan menggelar pertandingan tanpa penonton.

Seperti diketahui, lanjutan Liga 1 2020 direncanakan akan digelar secara tertutup demi menghindari kerumunan penonton.

Tujuannya jelas untuk mencegah penyebaran virus corona di kalangan pemain dan suporter sepak bola.

Akan tetapi, Husain justru pesimistis dengan adanya kebijakan itu.

Menurutnya, larangan tanpa penonton tidak akan serta merta menghilangkan kerumunan orang yang ingin menonton pertandingan melalui acara nonton bareng atau nobar.

“Kegiatan nobar, nobar sebagai tempat kerumunan orang secara masif,” tutur Husain dilansir Bolasport.com dari Surya.

Pria yang akrab disapa Cak Conk itu juga menjelaskan bahwa faktor fanatisme suporter sangat berpengaruh pada munculnya kerumunan.

Berkaca pada Bonek yang punya fanatisme tinggi, mereka bisa saja nekat ingin tetap memberikan dukungan langsung kepada Bajul Ijo meskipun sudah dilarang.

Hal itu pula yang terjadi ketika Persebaya mendapat sanksi tanpa penonton di penghujung Liga 1 2019.

Saat itu, sebagian Bonek tetap nekat menerobos masuk ke stadion untuk mendukung pasukan Aji Santoso.

“Aturan tanpa suporter itu nggak ada jaminan aman, coba lihat lima pertandingan terakhir Persebaya musim lalu, waktu Persebaya kena sanksi, Bonek kayak apa,” ucapnya.

“Arek-arek (anak-anak) tetap berangkat, namanya suporter, kayak itulah. Musuh orang saja dilibas apalagi corona, itu contohnya,” pungkas Cak Conk.