Komite Disiplin PSSI Berharap Pelanggaran Di Klub Tak Menular Ke Tim Nasional

Komite disiplin (Komdis) PSSI berharap pemain makin memahami peraturan di sepakbola, sehingga akan memberikan dampak positif ke tim nasional saat berlaga di level internasional.

Hal itu diutarakan ketua Komdis Erwin Tobing dalam acara diskusi yang digelar kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) dengan tema ‘Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan’.

Erwin mengatakan, pihaknya mempunyai target pada periode ini. Ia berharap seluruh stakeholder makin memahami regulasi dalam sepakbola. Bila itu terjadi, jumlah pelanggaran akan mengalami penurunan di masa mendatang.

“Target secara umum memastikan seluruh stakeholders sepakbola Indonesia taat dan patuh pada regulasi sepakbola, sehingga suatu pertandingan dapat diselenggarakan dengan disiplin, fair play, dan berbasiskan industri,” papar Erwin dilansir laman PSSI.

“Target khusus, jumlah pelanggaran disiplin menurun. Pemain timnas juga dapat tampil maksimal di pentas dunia tanpa kartu kuning, apalagi kartu merah, hanya karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan, serta ketidakpedulian atas pelanggaran yang dilakukannya di level nasional.”

Erwin menambahkan, Komdis saat ini tidak kesulitan dalam menjatuhkan sanksi, karena mereka gampang mengumpulkan bukti dengan mengandalkan rekaman video, mengingat kompetisi disiarkan melalui kamera televisi. Keputusan Kondis pun tidak akan melenceng jauh dari kode disiplin yang ditetapkan PSSI.

“Pemain melakukan penganiyaan sesama pemain dan wasit, meludahi pemain, tidak jujur memberikan keterangan, tidak mengindahkan kepentingan tim nasional, melakukan intimidasi, provokasi. Suporter tak jarang suka terbawa hal itu dengan membawa flare (suar), serta menyalakannya di dalam stadion,” tutur Erwin.

“Komite Disiplin PSSI bertugas untuk menjaga displin, mengatur serta menetapkan sanksi dalam sepakbola supaya bisa lebih baik dan maju. Hal ini harus ditegakkan, dengan melalui mekanisme sidang komite disiplin, yang diatur dalam kode disiplin PSSI.”

Selain itu, Komdis tidak hanya mengawasi perilaku suporter dan pemain, tapi juga pengawass pertandingan. Diharapkan kualitas pertandingan dan permainan mengalami peningkatan.

“Pengawas pertandingan pun tak luput dari pantauan Komite Disiplin. Mengapa mereka sampai kena hukuman? Karena tidak menerapkan aturan dengan maksimal, dan tidak memberikan laporan pertandingan yang maksimal. Kemudian, wasit. Mengapa wasit dihukum? Karena tidak menerapkan aturan permainan dengan maksimal,” imbuh Erwin.