Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Nilai TC Timnas Indonesia Di Korea Selatan Tak Logis

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengutarakan pendapatnya soal rencana pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19 yang akan diselenggarakan di Korea Selatan, sesuai permintaan manajer pelatih Shin Tae-yong.

Korsel bukan negara yang asing untuk Robert, sebagaimana ia pernah menjadi direktur teknik hingga pelatih timnas junior di sana. Menurut Robert, permintaan Tae-yong untuk melaksanakan TC di Negeri Ginseng tidak masuk akal.

Sebagaimana diketahui, Tae-yong ingin mengirim timnas U-19, dan bahkan timnas Indonesia senior, untuk melakukan TC di Korsel sambil melakukan beberapa uji tanding. Pertimbangan utama adalah, karena angka kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

“Saya pernah bekerja di Korea Selatan selama tiga sampai empat tahun, dimulai pada Piala Dunia 2002, ketika itu saya juga melatih timnas junior di sana. Saya tahu bagaimana di sana, skena sepakbola di sana dengan cukup baik, saya tahun negaranya. Itu seperti hal yang menarik, seperti bukannya kita yang mendatangi gunung, tapi gunung yang mendatangi kita,” ucap Robert di kanal Youtube miliknya.

“Dan tentu saja, ini merupakan impak yang sangat besar di Indonesia. Saya selalu mendukung tentang segala hal yang menyangkut pengembangan sepakbola di Indonesia, juga orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tapi saya harus mempertanayakan beberapa hal dari sisi logika saya. Apakah sangat logis timnas kita jauh-jauh terbang ke Korea dan harus menjalani karantina dua pekan di sana sebelum latihan dimulai,” sambungnya.

Menurut pria asal Belanda itu, berlama-lama di Korsel untuk melakukan TC adalah sebuah keborosan yang semestinya dihindari pada kondisi sulit seperti ini. PSSI diharapkan juga bisa memikirkan perkembangan sepakbola lewat kompetisi, sebagaimana niat mereka menggelar lagi liga dengan alasan Piala Dunia U-20 2021.

“Itu terlihat sangat tidak logis dan pastinya memakan biaya yang sangat besar. Sedangkan kita di sini terpaksa mendapatkan gaji hanya 25 persen dari normal. Saya punya hak untuk bicara di sini, karena ini terjadi kepada saya juga. Mereka bilang mereka punya masalah dengan uang, makanya di sini kami harus mengerti jika gaji dipotong. Dan saya juga dengar pelatih timnas yang sekarang terkena pemotongan gaji sebesar kurang lebih 75 persen.”

“Jika itu benar, itu tidak bagus. Karena di sini kami bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu membangun sepakbola Indonesia. Mengirim tim ke Korea untuk waktu yang panjang bukan solusi bijak secara finansial. Uang tersebut bisa digunakan untuk subsidi klub untuk memulai liga, dan mempersiapkan pemusatan latihan timnas di Indonesia.”

“Bagi saya, itu terdengar lebih bijak. Dengan begitu para pemain bisa berlatih dengan nyaman di sini, dengan daerah yang sudah mereka kenal, dan bisa berpikir untuk mengirim mereka bertanding di luar negeri ketika segalanya sudah lebih aman.”