Kurniawan Dwi Yulianto Maklum Timnas Junior Lebih Jago dari Senior

Fenomena Timnas Indonesia usia muda yang berprestasi, namun melempem saat sudah memasuki usia senior, disoroti oleh salah satu legenda Timnas Indonesia sekaligus pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto.

Faktanya, saat ini Timnas U-16 tengah dalam masa persiapan menghadapi Piala Asia U-16 2020. Demikian pula dengan Timnas U-19 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2021 nanti. Kiprah pemain muda sudah ada di level tertinggi.

Namun dari kubu senior, Timnas Indonesia terseok-seok di kualifikasi Piala Dunia 2022, bahkan sudah dipastikan tersingkir dari zona Asia. Untuk sekadar bermain di Piala AFF dan AFC pun, rasanya skuat Garuda masih kesulitan untuk berprestasi.

Bagi Kurniawan Dwi Yulianto, ada hal yang harus disorot, yakni transisi antara pemain usia muda menuju senior. Harus ada sosok yang memantau apa hal yang salah dari pembinaan mereka di Timnas maupun di klub.

“Kenapa junior lebih mentereng, sebenarnya itu bagus. Tapi yang perlu kita lihat adalah jembatan antara junior dan senior,” ucap Kurniawan Dwi dalam Webinar bersama Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP), Sabtu (11/07/20) lalu.

Masih menurut Kurniawan, ada dua faktor yang bisa memperbaiki kualitas para pemain muda menuju Timnas senior, yakni dengan adanya kompetisi sepak bola usia muda, dan PSSI yang bekerja dengan komitmen demi kemajuan Timnas Indonesia.

“Agar bisa mengetahui di mana errornya mereka, kan bisa diamati saat bertanding, jadi tidak bisa hanya melihat sekali dua kali, makanya harus ada kompetisi reguler.”

“Federasi juga harus serius, niatkan untuk kemajuan sepak bola. Tolong nggak ada toleransi kalau mau bekerja profesional,” pungkasnya.

Kurniawan Dwi Yulianto turut mengapresiasi hadirnya kompetisi Elite Pro Academy dalam dua musim terakhir. Namun, ia juga berharap pembinaan pemain muda dilakukan dengan tepat agar Timnas Indonesia bisa meraih prestasi tanpa mengenal batas usia.