Kemenpora Kecam Aksi Pemukulan Wasit di Stadion Patriot

Sekretaris Kemenpora, Gatot. S. Dewa Broto mengecam aksi kekerasan terhadap wasit di laga sepak bola amatir di Stadion Patriot, Bekasi kemarin. Ia berharap hal itu segera diselesaikan pihak terkait.

Gatot juga mempertanyakan protokol kesehatan yang dilakukan pada pertandingan tersebut. Pasalnya, pihak Kemenpora telah menetapkan aturan bahwa untuk pertandingan dengan kontak fisik, seperti sepak bola, seluruh pemain dan ofisial wajib melakukan rapid test sebelum bermain.

“Jangan karena bukan kompetisi resmi, mereka bebas saja (tidak mematuhi protokol kesehatan). Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena pasti kan ada izin keramaian. Pihak Panpel (panitia pelaksana), polisi atau Pemda, harus bertanggung jawab,” ujar Gatot ke awak media.

Kekerasan berupa dorongan hingga menginjak wasit terjadi saat Champas FC bertemu Yutaka di turnamen ini bertajuk FUN FOOTBALL GILBAR FC 2020. Salah satu pemain Champas, Nager Dumatubun disinyalir menjadi pelaku.

Menurut eks pemain Arema Malang, Tarik Ek Janaby yang juga tergabung di Champas FC, kejadian itu berlangsung sangat cepat. Nager yang berposisi sebagai bek disebut kesal dengan keputusan wasit yang berlisensi C2 atau setingkat Provinsi itu.

Tarik juga membantah ada pengeroyokan terhadap wasit. Ia menegaskan, peristiwa itu murni kesalahan salah satu individu dan tim Champas tidak melakukan kekerasan.

Buntut dari kejadian tersebut, pengelola Stadion Patriot mengambil tindakan tegas. Pengelola membatalkan semua jadwal pertandingan serupa, kecuali agenda Timnas Indonesia U-16 yang menjalani pemusatan latihan di tempat yang sama.