Beri Sindiran Keras, Bonek Sebut PSSI Abaikan Peraturan Pemerintah

Pentolan Bonek, Husain Ghozali, menilai PSSI telah mengabaikan peraturan dari pemerintah terkait pandemi Covid-19.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah resmi mengeluarkan surat resmi bernomor 244/LIB-COR?VII/2020 untuk menindaklanjuti surat keputusan PSSI bernomor SKEP/053/VI/2020.

Surat dari PT LIB itu berisi keputusan untuk melanjutkan kompetisi pada 1 Oktober 2020.

Kompetisi masih tetap menggunakan format kandang tandang, hanya saja seluruh pertandingan rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Keputusan untuk melanjutkan liga ternyata tidak sepenuhnya didukung oleh insan sepak bola nasional.

Penolakan paling kencang datang dari basis suporter Persebaya Surabaya, Bonek, yang menolak melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami Bonek, terutama Green Nord jelas menolak untuk dilanjutkan karena pandemi ini masih sangat masif,” kata Husain Ghozali, Koordinator tribun Green Nord 27 (GN), seperti dilansir Bolasport.com dari Surya.

“Masih sangat tinggi kurva kasusnya dan menghawatirkan. Harapan saya ditinjau ulang (keputusan melanjutkan liga),” ujarnya pada Minggu (12/7/2020).

Husain menilai bahwa situasi darurat saat ini sangat tidak kondusif untuk menggelar kompetisi.

Seperti diketahui, per Minggu (12/7/2020), kasus virus corona di Indonesia telah menyentuh angka 75.699.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.606 orang meninggal dunia dan 36.638 pasien dinyatakan sembuh.

“Kalau liga dilanjutkan ya khawatir saja sebagai suporter, penyebarannya di mana-mana, nggak hanya pemain, suporter, di mana-mana pun bisa menyebar,” tutur Husain.

Husain pun memberikan sindiran keras kepada PSSI.

Pria yang akrab disapa Cak Conk itu menilai PSSI telah abai terhadap peraturan pemerintah terkait pandemi Covid-19.

“PSSI nggak memikirkan itu mungkin, ini kan wabah, apalagi masih menunggu dicabutnya kondisi darurat pandemi dari pemerintah kalau mau mengadakan lanjutan liga,” jelas Husain.

“Ini kan belum dicabut, artinya PSSI mengabaikan arahan dari pemerintah,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga menjadi salah satu klub yang menolak untuk melanjutkan liga di tengah wabah virus corona.

Sebelumnya, presiden Bajul Ijo, Azrul Ananda, menyatakan bahwa mementingkan sepak bola di tengah pandemi merupakan sebuah ironi.

Azrul berpendapat bahwa hal yang perlu dilakukan saat ini adalah bekerja sama melawan wabah agar cepat hilang dari Indonesia.

Husain menilai bahwa situasi darurat saat ini sangat tidak kondusif untuk menggelar kompetisi.

Seperti diketahui, per Minggu (12/7/2020), kasus virus corona di Indonesia telah menyentuh angka 75.699.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.606 orang meninggal dunia dan 36.638 pasien dinyatakan sembuh.

“Kalau liga dilanjutkan ya khawatir saja sebagai suporter, penyebarannya di mana-mana, nggak hanya pemain, suporter, di mana-mana pun bisa menyebar,” tutur Husain.

Husain pun memberikan sindiran keras kepada PSSI.

Pria yang akrab disapa Cak Conk itu menilai PSSI telah abai terhadap peraturan pemerintah terkait pandemi Covid-19.

“PSSI nggak memikirkan itu mungkin, ini kan wabah, apalagi masih menunggu dicabutnya kondisi darurat pandemi dari pemerintah kalau mau mengadakan lanjutan liga,” jelas Husain.

“Ini kan belum dicabut, artinya PSSI mengabaikan arahan dari pemerintah,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga menjadi salah satu klub yang menolak untuk melanjutkan liga di tengah wabah virus corona.

Sebelumnya, presiden Bajul Ijo, Azrul Ananda, menyatakan bahwa mementingkan sepak bola di tengah pandemi merupakan sebuah ironi.

Azrul berpendapat bahwa hal yang perlu dilakukan saat ini adalah bekerja sama melawan wabah agar cepat hilang dari Indonesia.