Penjelasan PSSI Soal Kesiapan Kompetisi Di Tengah Pandemi

Kompetisi Indonesia akan dihidupkan kembali pada Oktober mendatang sesuai keputusan PSSI melalui surat resmi mereka Juni lalu. Bukan hanya Liga 1, namun Liga 2 dan 3 juga akan dilaksanakan.

Situasi saat ini memang berbeda, karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Namun sepakbola tak bisa didiamkan begitu saja, sebagaimana PSSI ingin mengejar ketertinggalan dari negara tetangga.

Moch. Iriawan, ketua umum PSSI, memastikan segala protokol kesehatan harus diterapkan demi terhindar dari risiko Covid-19. Selain itu, ia memaparkan segala komitmen federasi supaya sepakbola Indonesia kembali berjalan.

“Aspek kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Semua harus mengikuti protokoler yang ada, regulasi pertandingan yang baru, kesehatan dan lain-lainnya sudah dibikin oleh tim dari PSSI,” ucap Iriawan, dikutip situs resmi PSSI.

“Saat ini situasinya masih belum sepenuhnya normal. Semua harus diantisipasi dengan detail dan bijaksana,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Iriawan menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk menggelar liga di tengah pandemi juga sudah dilakukan. Keperluan penting untuk klub bisa bertanding juga coba diakomodir oleh federasi.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. PSSI juga akan membantu rapid test untuk tim Liga 1. Dengan kompetisi juga kita kembali menghidupkan beberapa sektor, seperti perhotelan, katering dan lain-lainnya,” urai Iriawan.

“Liga-liga dunia juga sudah berjalan lagi meski dengan protokol kesehatan ketat, apalagi tetangga kita [Liga Vietnam] sudah berjalan dan akan menyusul Liga Malaysia dan Thailand,” sambung sosok yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Kini tinggal menunggu waktu sampai PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi memaparkan detail rencana kompetisi yang akan kick-off 1 Oktober. Yang sudah terkuak, bahwa degradasi tidak diberlakukan pada musim 2020 ini.

Upaya lain yang disesuaikan dengan situasi wabah ini adalah pertandingan yang dipusatkan di Pulau Jawa, untuk Liga 1. Sementara Liga 2 dibuat lebih sederhana, dengan dibagi menjadi empat grup yang di dalamnya dihuni masing-masing enam klub.

Pekan ini, LIB dan PSSI juga sudah menggelar rapat koordinasi yang melahirkan keputusan bahwa 1 Oktober menjadi penanda kembalinya Liga 1 dimainkan. Namun klub masih bertanya-tanya aturan baku dari liga di normal baru.