Indra Sjafri, Yeyen Tumena, dan Syarif Bastaman Diminta Tidak Ganggu Shin Tae-yong

Legenda sepak bola Indonesia, Anjas Asmara, memeringati sejumlah pihak untuk tidak mengganggu pekerjaan manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Kompetensi arsitek asal Korea Selatan ini disebutnya tidak pantas untuk diragukan.

Anjas menyinggung nama-nama seperti Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena, dan Ketua Satgas Timnas Indonesia, Syarif Bastaman. Ketiga orang itu pernah melancarkan perang urat syaraf kepada Shin Tae-yong.

“Sudah lah. Sepak bola ini jangan diganggu oleh Yeyen, sama Indra Sjafri, sama siapa kek, sama Syarif, tentang Shin Tae-yong,” kata Anjas di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (10/7/2020).

Menurut Anjas, Shin Tae-yong bukan pelatih abal-abal. Pasalnya, berusia 49 tahun itu pernah mengalahkan Timnas Jerman di Piala Dunia.

Saat itu, Shin Tae-yong masih menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Berjumpa Jerman di pertandingan terakhir Grup F, Son Heung-min dkk menang meyakinkan 2-0.

“Shin Tae-yong ini yang mengalahkan Jerman. Jerman ini bukan timnas yang sembarangan, lho,” tutur Anjas, yang pernah mempersembahkan dua gelar Perserikatan kepada Persija Jakarta pada 1973 dan 1979.

Prestasi Shin Tae-yong

Anjas juga membahas rekam jejak Shin Tae-yong semasa masih aktif bermain. Ia adalah satu di antara pesepak bola tersukses di Korea Selatan dengan raihan enam trofi K League atau strata teratas kompetisi di Negeri Ginseng.

“Shin Tae-yong, dia enam kali juara Liga Korea. Ini adalah pelatih yang mengajarkan pemain Timnas Indonesia untuk bertarung,” imbuh Anjas.

Sebagai pelatih, Shin Tae-yong pernah menorehkan dua prestasi bergengsi. Ia mempersembahkan gelar Liga Champions Asia (LCA) 2010 kepada Seongnam Ilhwa Chunma dan Piala FA Korea Selatan pada setahun berselang.