Esteban Vizcarra Merasa Pemangkasan Nilai Kontrak 50 Persen Terlalu Besar

Gelandang Persib Bandung Esteban Vizcarra merasakan kondisi saat ini sulit dan merugikan semua pihak, tak kecuali klub dan pemain. Namun, ia berharap ada jalan tengah soal pemangkasan nilai kontrak.

Dalam surat yang dirilis oleh PSSI, terdapat keterangan bahwa klub diperbolehkan melakukan pemangkasan nilai kontrak dalam kisaran 50 persen ketika kompetisi Liga 1 kembali dilanjutkan Oktober mendatang.

Tentu arahan PSSI tersebut diberikan karena kondisi klub terguncang dalam masalah finansial, karena pandemi virus corona. Hanya saja, Vizcarra masih merasa kebijakan itu tidak terlalu elok untuk diterima pemain.

“Itu juga berat untuk kami, berat karena kami sudah mau mulai pertandingan. Tapi kami masih bicara dan meeting semoga normal semua, tidak ada potongan,” ucap Vizcarra seperti dikutip Simamaung.

“Kita tahu dunia ini sulit karena virus itu dan semuanya rugi, tapi mudah-mudahan ruginya tidak terlalu besar buat kami juga karena ruginya terlalu berat, solusinya kami tidak tahu bagaimana,” imbuh dia.

Persib sebenarnya menargetkan untuk kembali menggelar latihan pada 6 Juli lalu. Namun, rencana harus diubah lantaran masalah kontrak ini, dan pelatih Robert Alberts sempat mengeluhkan surat PSSI yang membuat bingung.

Sebelumnya, PSSI sudah mengatur kebijakan bahwa klub hanya wajib membayarkan gaji bulanan kepada pemain maksimal 25 persen. Hal itu tertuang dalam surat pada Maret lalu, tentang situasi keadaan kahar, periode Maret hingga Juni.

“Seharusnya kami juga harus kembali dengan kontrak normal kami karena [awalnya] pesan dari PSSI juga kontrak kembali normal dari tanggal 29 Juni. Jadi dari Juli ke depannya semua seharusnya sudah kembali seperti normal,” beber Robert.

“Tapi saat kami kembali ke Bandung, PSSI mengirimkan surat baru lagi, memaksa untuk gaji klub tetap 25 persen dari gaji normal untuk bulan Juli dan Agustus. Biar saya ulas untuk perihal gaji 25 persen,” sambung pria asal Belanda itu.

“Jadi sekarang kami punya isu baru, PSSI sudah mengirim pesan baru Juli dan Agustus, kami harus lanjut dengan gaji hanya 25 persen. Dan September, lalu ke depannya satu bulan sebelum laga dimulai klub harus membayar gaji sebesar 50 persen saja,” tutupnya.