Aji Santoso Segera Bertemu Manajemen Persebaya Bahas Latihan

Aji Santoso, pelatih Persebaya mempersiapkan papan strategi pertandingan sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (4/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

Liga 1 2020 akan dimulai 1 Oktober. Tim kontestan mulai melakukan persiapan. Namun, Persebaya Surabaya belum menyusun program latihan.

’’Dalam satu atau dua hari ke depan, saya akan bertemu dengan manajemen membahas soal latihan,’’ kata pelatih Persebaya Aji Santoso kepada Jawa Pos. Bagi Persebaya, menggelar latihan bukan perkara gampang. Banyak kendala yang membuat latihan sulit digelar.

Pertama adalah soal izin latihan. Saat ini, Surabaya merupakan zona merah. Bahkan, jumlah pasien Covid-19 di Surabaya termasuk yang paling banyak. Belum lagi soal venue latihan. Saat ini, dua stadion di Surabaya, Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November, tengah direnovasi. Praktis, dua lapangan itu tidak bisa digunakan.

Di Surabaya, mungkin hanya Lapangan Polda Jatim yang siap pakai. Selain itu, ada opsi menggelar latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Tapi, belum tentu izin menggelar latihan didapatkan. Padahal, Aji menilai, persiapan setidaknya harus dilakukan dua bulan sebelum kompetisi dimulai. ’’Makanya, kami segera duduk dengan manajemen untuk membahas semuanya. Persiapan seperti apa? Latihan mulai kapan?’’ jelas mantan pelatih Arema FC tersebut.

Masalah bukan hanya itu. Pemain asing yang berada di negara asalnya belum tentu dapat izin kembali ke Indonesia. David da Silva, Aryn Williams, dan Mahmoud Eid tengah berada di kampung halaman. Padahal, pemerintah masih menerapkan larangan bagi warga negara asing masuk ke Indonesia. Kecuali WNA yang sudah memegang izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap. ’’Kami juga belum tahu aturan di negara mereka seperti apa. Tapi, kami terus melakukan komunikasi,’’ tambah Aji.

Padahal, dengan persiapan ideal dua bulan, latihan sudah harus dimulai Agustus nanti. Artinya, pemain asing sudah harus kembali ke Surabaya setidaknya akhir bulan ini. Jika kembali terlalu mepet, itu pun bisa jadi kendala. Sebab, pihak manajemen Green Force harus segera melakukan renegosiasi kontrak baru. Maklum, mayoritas kontrak pemain kedaluwarsa Desember nanti. Sementara kompetisi akan bergulir sampai Februari tahun depan.

Bukan hanya pemain. Kontrak tim pelatih juga akan berakhir akhir tahun ini. Termasuk Aji. ’’Sampai saat ini, kami belum membicarakan itu (renegosiasi kontrak),’’ jelas pelatih asal Kabupaten Malang tersebut.

Pihaknya masih fokus mempersiapkan tim. Beruntung, nyaris seluruh pemain Green Force dalam kondisi baik. Sebab, meski libur kompetisi, mereka tetap rutin melakukan latihan.

Karena itu, jika memang latihan segera dimulai, pemain tidak akan keteteran. Apalagi para pemain yang saat ini berada di Surabaya. Sebut saja Patrich Wanggai, Oktafianus Fernando, Koko Ari Araya, maupun Makan Konate. Mereka rutin melakukan latihan di Apartemen Puncak Marina, Surabaya. Latihan dipimpin fisioterapis Anggara Dwi Samudra.

’’Saya tidak membedakan menu latihan untuk yang di apartemen maupun yang di luar. Tinggal kebutuhannya apa dan kita atur jadwalnya. Pokoknya bisa membantu mesin tim untuk tetap panas,’’ kata Samudra.