Liga Indonesia Berhenti Setengah Tahun, Level Permainan Terancam Turun

Sudah hampir empat bulan lamanya kompetisi sepak bola di Indonesia berhenti akibat virus corona. Lamanya masa ‘rehat’ itu diprediksi mempengaruhi level permainan pesepak bola.

closePendapat itu dikemukakan oleh pelatih Putra Sinar Giri (PSG) Gresik, I Putu Gede. Menurutnya, level permainan pasti akan menurun ketika liga dimulai kembali pada bulan Oktober mendatang. Total pemain menjalani masa istirahat selama 6 bulan lamanya sejak kompetisi dihentikan bulan Maret lalu.

“Pengaruhnya pun cukup signifikan. Bisa juga kompetisinya jadi kurang maksimal, karena level permainannya menurun. Pasti ada penurunan dan dampaknya ke timnas juga,” ucap Putu Gede.

Karena itu, Putu Gede menyadari, tugas pelatih cukup berat untuk mengembalikan performa pemain seperti sedia kala.

“Biasanya nggak sampai sebulan (kompetisi,red) sudah mulai lagi, ini paling lama. Makanya berat untuk memulai kembali, tim pelatih harus menemukan ritme, mulai menemukan semua dari awal,” ujarnya.

Akan tetapi, pelatih 46 tahun itu tetap mendukung keputusan PSSI untuk melanjutkan kompetisi. Tapi, ia juga berharap pandemi bisa segera mereda ketika liga dimulai tiga bulan mendatang.

“Kalau saya tetap lanjut, tinggal protokoler kesehatan harus dijalankan. Kita bisa lihat di luar negeri bisa jalan. Ini bisa jadi edukasi, kalau nggak bergerak kita nggak bisa belajar. Kalau ada lagi situasi seperti ini masa stop lagi.”

“Satu lagi yang penting, banyak yang menggantungkan hidup disitu (sepak bola).”

“Mudah-mudahan ini segera berakhir, tidak ada kasus baru lagi dan liga bisa diputar,” tandasnya.