Ingin Urus PSMS Medan? Siapkan Rp3 Miliar

Dewan Pembina klub dari Liga 2 2020 PSMS Medan, Kodrat Shah, menantang siapa saja dan pihak manapun yang ingin mengurus PSMS dapat menyediakan dana segar Rp3 miliar.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asprov (Asosiasi Provinsi) PSSI Sumatera Utara (Sumut) itu memberikan tawaran tersebut saat berdiskusi sekaligus silahturahmi dengan para mantan pemain PSMS serta kelompok suporter PSMS.

Ucapan tersebut disampaikan sang Dewan Pembina terkait munculnya PSMS versi Rapat Anggota Biasa (RAB) atau versi anggota klub, yang mana belum lama ini telah mempublikasikan susunan kepengurusan mereka.

“Kalau berani ngurus (PSMS), kita kasih. Tapi letakkan Rp3 miliar dan kita awasi. Tunjukkan keseriusan, jangan dijual atau digadaikan. Karena kita semua mau kita (PSMS) berhasil lagi naik ke atas (promosi ke Liga 1), jangan mandek,” kata Kodrat, dalam pertemuan itu, Kamis (09/07/20).

Lanjut Kodrat, PSMS saat ini setidaknya mengeluarkan ratusan juta untuk kebutuhan klub, yang di mana di dalamnya termasuk gaji pemain dan pelatih serta operasional lainnya.

“Kalian perlu tahu keadaan PSMS. Sebulan butuh ratusan juta. Uang kas kita sudah gawat. Gak ada sumber, sponsor takut. Kalau kita cinta bola, ayo kasih saran bukan diganggu,” ucapnya.

Dewan Pembina PSMS itu kembali menegaskan sikap sejak polemik sebelumnya (sengketa hak cipta logo dan nama PSMS) bahwa PSMS Medan hanya ada satu di muka bumi ini, yakni PT. Kinantan Medan Indonesia yang kini kompetisi PSSI, Liga 2 2020.

“PSMS itu sudah jelas hanya ada satu, yang diakui PSSI dan Liga (PT. LIB selaku operator kompetisi). Badan hukumnya juga sudah jelas, PT. Kinantan resmi pemilik badan hukum PSMS. Selain itu klub bola harus punya akte pendirian, punya pelatih dan pemain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PSMS Medan versi RAB dipimpin oleh Adi Saputra sebagai Ketua Umum. Ia terpilih dalam rapat pada Januari 2020 lalu, di mana rapat itu diikuti 22 dari 40 anggota klub PSMS.