Begini Rencana LIB Soal Sentralisasi Pertandingan Liga 1

Liga 1 2020 akan digulirkan pada Oktober mendatang, sesuai arahan PSSI melalui surat keputusan yang dikeluarkan pada Juni lalu, dengan tanda tangan ketua umum Moch. Iriawan, bernomor SKEP/53/VI/2020.

Belum ada regulasi tetap soal bagaimana Liga 1 digelar, namun PSSI sempat memaparkan rencana mereka, dengan Liga 1 bakal digelar secara terpusat di Pulau Jawa, untuk seluruh pertandingan, demi meminimalisir mobilisasi tim.

Protokol kesehatan juga menjadi perhatian utama, karena pertandingan digelar di tengah pandemi virus corona, yang hingga kini belum jelas kapan stabil di Indonesia. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator, terus menyempurnakan rencana pelaksanaan kompetisi.

Pada Kamis (9/7) malam, jajaran petinggi LIB menggelar pertemuan dengan PSSI guna membahas rencana kompetisi Liga 1, dan juga Liga 2, yang sama-sama berstatus profesional. LIB sudah punya bayangan bagaimana pertandingan akan dilaksanakan secara sentral.

“Kami sirkuler ke klub-klub, kami akan sampaikan surat. Dalam waktu dekat juga akan kami kirimkan surat setelah ini, untuk bisa kami minta kepastian terkait dengan homebase mereka,” ungkap Sudjarno, yang menjabat sebagai direktur operasional LIB.

Klub-klub yang memang berdomisili di Pulau Jawa punya potensi untuk tetap berkandang di homebase mereka. LIB sudah menyiapkan dua wilayah untuk klub-klub yang memang berasal dari luar Pulau Jawa.

Saat ini, ada Bali United, Barito Putera, Borneo FC, Persipura Jayapura, Persiraja Banda Aceh dan PSM Makassar, yang memang berasal dari luar Pulau Jawa. LIB juga ingin memastikan bahwa laga digelar di area yang zona hijau — alias tingkat peredaran Covid-19 rendah.

“Dari luar Jawa itu kan sudah kami konsentrasikan di Jogja [D.I. Yogyakarta] atau Jawa Tengah, rencananya begitu untuk klub yang dari luar Jawa,” beber Sudjarno.

“Kesebelasan yang di Jawa itu mereka menentukan homebase-nya sendiri. Kemungkinan ada yang pindah [homebase] itu karena misalnya kondisi pandemi sekarang masih tinggi, itu mereka masih bisa menentukan, jadi nanti kami sirkuler ke klub-klub itu,” tukas Sudjarno.

Dengan begini, klub seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung punya peluang untuk menggunakan stadion kebanggaan mereka masing-masing, meski memang tak ada suporter yang diizinkan hadir. Sementara itu, klub macam Persebaya Surabaya bisa jadi memilih stadion lain, karena penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih tinggi.