Arema Prioritaskan Latihan di Tempat yang Steril

Arema FC akan menggelar latihan perdana selama masa pandemi virus corona pada Senin (20/7/2020).

Kondisi di Malang Raya memang belum aman. Kota Malang dan Batu ada di zona merah. Sedangkan Kabupaten Malang zona oranye. Karena itu, manajemen Arema berusaha memproteksi pemain, pelatih, official dan semua yang ada di dalam tim.

“Latihan nanti jelas digelar tertutup. Kami juga prioritaskan latihan di tempat yang tidak bisa diakses semua orang. Seperti di Stadion Kanjuruhan, pintu masuk akan ditutup. Sehingga hanya tim yang ada didalam untuk latihan,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Selain di Stadion Kanjuruhan, biasanya Arema juga latihan di Stadion Dirgantara. Tempat itu mendukung untuk latihan tertutup. Karena ada didalam komplek TNI AU.

Sebelumnya, manajemen Arema menghimbau agar Aremania tidak datang ke tempat latihan. Tujuannya saling memproteksi kesehatan masing-masing. Selain suporter, awak media juga dibatasi aksesnya dalam latihan.

“Kalau media, masih bisa melihat dari seperti di tribune. Tapi untuk sesi wawancara, mohon maaf tidak bisa langsung setelah latihan. Mungkin akan dijadwalkan dua minggu sekali bisa wawancara dengan pelatih (Mario Gomez),” lanjutnya.

Sesi wawancara itu kemungkinan digelar di tempat seperti ruangan yang luas, sehingga semua bisa menjalankan jaga jarak.

“Dengan segala hormat kepada awak media untuk saat ini harus berubah dulu kebiasaannya dalam meliput sesi latihan,” tegas dia.

Biasanya, latihan Arema tergolong bebas untuk awak media. Pelatih dan pemain bisa langsung di interview usai latihan. Untuk mengubah kebiasaan itu, kemungkinan akan ada penjagaan lebih ketat di tempat latihan.