PT LIB Koordinasi Dengan PSSI Matangkan Persiapan Kompetisi

PT Liga Indonesia Baru (LIB), terus mematangkan persiapan jelang kembali bergulirnya liga musim ini. Oprator kompetisi tersebut melakukan koordinasi dengan PSSI, Kamis (9/7).

PSSI sudah memutuskan kompetisi musim ini dilanjutkan pada Oktober mendatang. Kepastian tersebut dituangkan lewat Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53VI/2020, yang dikirimkan ke seluruh klub.

Hanya saja, tidak ada detail terkait jadwal, regulasi dan sebagainya saat kompetisi diputar. Oleh karena itu, koordinasi ini untuk membahas hal yang belum ada dalam SK PSSI tersebut.

“Intinya, akan ada persamaan persepsi antara kami dan PSSI terkait bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2020,” kata direktur operasional PT LIB Sudjarno dikutip dari laman PT LIB.

Sementara ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, mengingatkan PT LIB tidak hanya konsentrasi terhadap aspek teknis. Ia ingin perusahaan yang saham mayoritas dimiliki klub Liga 1 tersebut memikirkan keselamatan saat kompetisi dimulai, karena virus corona belum berhenti penyebarannya.

“Aspek kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Semua harus mengikuti protokoler yang ada. Bagaimana pun, saat ini situasinya belum normal. Semua harus diantisipasi dengan detail dan bijaksana,” ujar Iriawan.

Koordinasi antara PT LIB dan PSSI dipastikan bakal terus terjadi. Hal ini karena keduanya memiliki tugasnya masing-masing yang saling berhubungan dalam kompetisi.

“Karena banyak aspek yang harus diperhatikan dan dipersiapkan, koordinasi itu tidak cukup sekali. Setelah ini akan ada koordinasi berikutnya agar lebih matang dan maksimal,” ucap Plt sekjen PSSI Yunus Nusi.

Selain Iriawan dan Yunus, pertemuan tersebut dihadiri anggota komite eksekutif PSSI Haruna Soemitro, serta tim medis PSSI Syarif Alwi. Sedangkan PT LIB, yang ikut agenda itu yakni direktur utama Akhmad Hadian Lukita, direktur bisnis Rudy Kangdra, direktur keuangan Antony Chandra Kartawiria, hingga tiga komisaris PT LIB, Munafri Arifuddin, Ferry Paulus dan Leo Siegers.

Kompetisi nasional sudah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu, karena pandemi virus corona. Semenjak itu, seluruh klub memerintahkan para pemainnya untuk berlatih mandiri di kediaman masing-masing.