PSSI Jatim Maklum Kalau Ada Klub Liga 3 yang Menolak Berkompetisi

Liga 3 sudah mendapat lampu hijau dari PSSI pusat untuk dilaksanakan. Asprov PSSI Jatim pun menyambut baik keputusan tersebut. Kickoff sudah direncanakan. Namun, kepastian masih menunggu rapat exco Kamis besok (9/7).

’’Kami sudah mempersiapkan beberapa kemungkinan. Setiap hari kami juga memantau perkembangan laporan dari Gugus Covid Jatim. Itu semua akan jadi pertimbangan kami saat rapat nanti,’’ ucap Sekretaris Asprov Jatim Amir Burhannudin.

Selain itu, Asprov PSSI Jatim akan menanyakan kesiapan dari 61 tim yang sudah mendaftar. Asprov PSSI Jatim sangat paham, dalam situasi pandemi saat ini, pasti ada beberapa klub yang terkendala dalam melakukan persiapan. Asprov memaklumi apabila ada calon peserta yang memilih mundur.

’’Dalam situasi normal saja, kami memberikan kelonggaran untuk mengikuti kompetisi atau tidak. Tetapi, tidak boleh tidak ikut dua kali berturut-turut,’’ ucap Amir.

’’Nah, ini kan situasinya berbeda. Kalau dalam situasi normal saja ada kelonggaran, pasti kami juga akan sangat memaklumi kalau ada tim yang mundur,’’ imbuh pria asal Tuban tersebut.

Asprov PSSI Jatim memiliki tim peserta paling banyak di kompetisi Liga 3 zona provinsi. Setiap tahunnya, Liga 3 zona Jatim selalu menjadi kompetisi dengan durasi terpanjang di tingkat provinsi. Asprov PSSI Jatim pun sejatinya berharap seluruh calon peserta tetap ambil bagian. Hanya, apabila ada tim yang mundur, setidaknya durasi kompetisi bisa lebih cepat.

Di sisi lain, Madura FC yang menjadi salah satu calon peserta Liga 3 zona Jatim berkomitmen untuk tetap turut serta. Apalagi jika tetap ada tiket promosi ke Liga 2 yang diperebutkan. Hanya, saat ini mereka belum merencanakan persiapan kembali.

’’Kami masih menunggu surat resminya dari asprov. Tetapi, setidaknya kami kembali melakukan persiapan minimal H-30 kickoff berlangsung,’’ tutur Manajer Madura FC Slamet Hidayat.