Renegosiasi Kontrak, Arema FC Pangkas Bonus dan Fasilitas Pemain Asing

Kompetisi Liga 1 2020 memang diwacanakan berlanjut Oktober mendatang. Namun, sangat mungkin kompetisi berjalan tanpa penonton. Otomatis tim peserta masih seret pemasukan. Mereka hanya bisa mengandalkan hak komersial yang didapat dari PT LIB.

Meski hak komersial juga akan bertambah dari Rp 520 juta menjadi Rp 800 juta, jumlah itu dirasa belum bisa mencukupi kebutuhan tim.

Arema FC pun memikirkan cara lain untuk menekan pengeluaran. Tak hanya melakukan renegosiasi kontrak skuadnya, manajemen tim berjuluk Singo Edan itu juga berencana memangkas anggaran bonus untuk Hendro Siswanto dkk.

’’Bukan berarti kami meniadakan bonus. Tetap ada karena itu juga bentuk apresiasi kepada pemain. Tetapi, jumlahnya tidak sebesar saat kondisi normal,’’ kata General Manager Arema FC Rudy Widodo.

Tak hanya memangkas bonus, Arema FC juga berencana memotong anggaran sewa tempat tinggal bagi pelatih dan penggawa asing. Rudy menuturkan, kebijakan tersebut tak berarti Arema FC mencoba mencari untung. Justru itu dilakukan untuk menekan kerugian.

’’Kalau dalam situasi normal, untuk fasilitas tempat tinggal, kami menganggarkan sekitar Rp 100 juta. Tapi, dengan situasi saat ini, bisa menjadi Rp 60 juta,’’ ucap Rudy. ’’Meski ada pemotongan, kami tetap akan memikirkan kelayakan bagi mereka,’’ imbuh pria asli Madiun tersebut.

Di sisi lain, soal renegosiasi kontrak, Arema FC masih akan membahasnya. Saat ini tim kebanggaan Aremania tersebut lebih mengutamakan nilai gaji skuadnya pada Juli dan Agustus. Sebab, renegosiasi kontrak baru berlaku September mendatang.

’’Untuk gaji Juli dan Agustus, kami akan negosiasi ulang. Karena untuk gaji saat kompetisi jalan kan sudah jelas aturannya. Kalau untuk nego gaji Juli-Agustus tidak deal, ya kembali ke 25 persen itu,’’ jelas Rudy.