Madura United: Elite Pro Academy Lebih Penting Ketimbang Regulasi Pemain U-20

Untuk sukseskan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia, PSSI mewacanakan sejumlah regulasi kompetisi. Madura United kontrak dengan regulasi itu.

Salah satunya dengan pertimbangkan regulasi pemain usia 20 tahun ikut mentas dalam kompetisi Liga 1 2020 yang bakal dilanjut kembali pada Oktober.

Akan tetapi, rencana tersebut masih belum diputuskan oleh PSSI. Hal tersebut karena belum ada sikap dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-Yong.

Soal wacana regulasi ini, Madura United angkat bicara. Direktur Utama Madura United, Zia Ul Haq menilai Liga 1 U-20 2020 atau Elite Pro Academy sebaiknya digelar.

Alasannya, dengan adanya Elite Pro Academy, PSSI bakal memiliki banyak opsi pemain baru yang bisa bermunculan dari kompetisi tersebut.

Itu lebih bermanfaat ketimbang sebatas mengandalkan segelintir pemain muda dalam kompetisi kasta tertinggi atau strata kedua, yakni Liga 2 2020.

“Saya pikir lebih baik PSSI mempertimbangkan untuk memutar Liga 1 U-20. Itu bisa menjadi langkah solutif untuk menemukan pemainyang belum terpantau,” kata Zia Ul Haq.

“Sebab, Piala Dunia U-20 2021 ajang bergengsi, harus benar-benar menurunkan pemain pilihan,” Zia Ul Haq menambahkan, Minggu (5/7/2020).

Lelaki yang familiar dengan sapaan Habib itu menegaskan, kompetisi pra-profesional bisa menjadi ajang seleksi bagi tim profesional untuk menatap kompetisi musim depan.

Ia mencontohkan, Madura United sudah menemukan sejumlah bibit unggulan dari jebolan Madura United U-20, seperti Moch Kevy Syahertian.

Kevy sudah mentas dalam Liga 1 2019 walau sebagai pengganti. Begitu pula dengan Dhimas Bagus Pangestu, Mohammad Syafiir Ridoni, Fawaid Ansory, dan Yulianto.

“Kami sebenarnya bersyukur dengan adanya kompetisi U-20. Ada pemain-pemain lokal kami yang terpantau dan punya peluang,” ucap Zia Ul Haq.

“Mereka akhirnya promosi (ke tim utama) dan membuktikannya, seperti Kevy yang sudah bisa mencetak gol juga,” ia menambahkan.

Senada, fullback Madura United U-20, Erik Gamis Sanjaya, berharap PSSI bisa mengaktifkan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim ini.

Sebab, melalui kompetisi tersebut nantinya pemain muda unjuk kebolehan. “Iya, harapannya memang seperti itu, ada kompetisi,” ucap Erik Gamis. (skor)