GM Arema FC Pastikan Tidak Ada Pemainnya yang Bergaji di Bawah UMR

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo memastikan kepada para pemainnya tidak akan ada yang menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR).

Hal tersebut dilakukan seusai mendapatkan surat keputusan dari PSSI terkait gaji untuk para pemain di Liga 1 maupun di Liga 2.

Dalam suratnya tersebut, para pemain Liga 1 akan mendapatkan gaji sebanyak 50 persen, sementara untuk Liga 2 akan mendapatkan upah 60 persen.

Tentu saja hal tersebut menjadi kabar gembira untuk para pemain yang sebelumnya hanya menerima gaji sebanyak 25 persen dari total upah yang harus dibayarkan.

“Surat keputusan PSSI itu, 50 persen pemain Liga 1, 60 persen untuk Liga 2 atau minimal sama dengan UMR di daerah masing-masing,” ucapnya seperti dikutip Bolasport.com dari Kompas, Minggu (5/7/2020).

Namun Ruddy Widodo juga menjelaskan bahwa selama ini para pemainnya mendapatkan gaji berada di atas UMR.

Hal itu karena adanya bonus yang diterapkan oleh manajemen Arema FC.

“Kalau Arema mungkin yang sudah dipotong 50 persen masih berada di kisaran UMR, bahkan masih di atasnya UMR, karena ada bonus dan segala macam,” jelasnya.

Dalam pembicaraan terkait gaji para pemain, nantinya manajemen Arema FC akan melakukan pendekatan secara personal.

Itu artinya manajemen Arema FC akan berbincang secara langsung terkait negosiasi gaji agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

Tidak hanya itu saja, nantinya juga manajemen akan membicarakan bonus yang akan diterapkan kepada para pemain Arema FC.

Bonus tersebut juga nantinya akan dibicarakan secara negosiasi.

“Memang tidak hanya di gaji, kami juga mau bernegosiasi soal bonus, harus kami sesuaikan juga,” ujar Ruddy Widodo.

“Fasilitas untuk pemain dan pelatih asing juga. Jadi misalkan rumah kontrak pelatih 100 juta, lalu pemain 75 juta, akan kami downgrade. Dan mereka pun bersedia,” ujarnya.

Dalam pembicaraan terkait gaji para pemain, nantinya manajemen Arema FC akan melakukan pendekatan secara personal.

Itu artinya manajemen Arema FC akan berbincang secara langsung terkait negosiasi gaji agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

Tidak hanya itu saja, nantinya juga manajemen akan membicarakan bonus yang akan diterapkan kepada para pemain Arema FC.

Bonus tersebut juga nantinya akan dibicarakan secara negosiasi.

“Memang tidak hanya di gaji, kami juga mau bernegosiasi soal bonus, harus kami sesuaikan juga,” ujar Ruddy Widodo.

“Fasilitas untuk pemain dan pelatih asing juga. Jadi misalkan rumah kontrak pelatih 100 juta, lalu pemain 75 juta, akan kami downgrade. Dan mereka pun bersedia,” ujarnya.