Arema FC Siap Legawa Jika Pemain Tak Setuju Negosiasi Ulang Kontrak

Liga 1 2020 akan diselenggarakan kembali Oktober mendatang, berdasarkan surat keputusan dari PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia. Namun, hingga kini belum diumumkan regulasi baku soal penyesuaian liga di kala pandemi virus corona.

Namun berdasarkan surat keputusan PSSI soal kelanjutan kompetisi tersebut, tim diperbolehkan untuk melakukan negosiasi ulang kontrak pemain sebesar 50 persen untuk Liga 1, sementara untuk Liga 2 dalam kisaran gaji 6 persen.

Arema FC sebagai salah satu tim peserta Liga 1 menegaskan bahwa mereka bakal berpatokan pada surat PSSI tersebut perihal gaji dan kontrak pemain. Hal ini disampaikan Ruddy Widodo, yang menjabat sebagai manajer umum Singo Edan.

“Manajemen berpatokan pada surat PSSI sebagai dasar kami melakukan negosiasi dengan pemain. Jika di bawah nilai itu, ya Alhamdulillah dan hal itu sudah saya jelaskan ke pemain,” ucap Ruddy, dikutip situs resmi Liga Indonesia.

Selain surat dari PSSI, Arema juga sudah mempelajari bagaimana aturan dari FIFA, soal negosiasi ulang kontrak atau gaji pemain. “Surat dari FIFA negosiasi dilakukan tiga kali, jika tidak menemui kata sepakat maka boleh pending,” urainya.

Penyesuaian gaji dan kontrak dilakukan karena kondisi yang sedang sulit saat ini. Pemasukan klub otomatis menurun drastis karena pandemi virus corona, dan mereka tidak bisa meraup keuntungan dari suporter di stadion, karena liga mungkin tanpa penonton.

Ruddy juga memaparkan, pihak Arema siap saja jika memang pemain tidak menyetujui negosiasi ulang kontrak yang diajukan manajemen. Yang jelas, Arema menargetkan untuk kembali berkumpul dan melaksanakan latihan kembali pada 20 Juli.

“Kalau pemain tidak setuju, tidak masalah, berarti mereka tidak ikut latihan. Sementara pelatih kemarin memberitahu saya kalau dia telah memberikan batas waktu. Kapan pemain harus kembali untuk mengikuti latihan dan kalau tidak datang, tidak masalah,” tukas Ruddy.

Paling lambat, awal pekan depan manajemen Arema sudah mengirimkan lampiran surat yang berisi adendum kontrak baru. Pihak manajemen juga sudah mengatur rencana untuk melakukan tes Covid-19 dahulu, sebelum latihan dimulai.