Persebaya Tolak Kompetisi, Pelatih dan Pemain Ikut Keputusan Manajemen

Manajemen Persebaya Surabaya sudah menyatakan sikap soal kelanjutan kompetisi. Mereka menolak jika Liga 1 2020 tetap digulirkan pada Oktober mendatang. Faktor kesehatan dan belum jelasnya format kompetisi jadi alasan utama.

Lalu, bagaimana dengan pelatih dan pemain? ’’Saya mengikuti apa yang menjadi keputusan manajemen. Karena saya bagian dari Persebaya dan manajemen,’’ kata Aji Santoso, pelatih Persebaya. Lagi pula, banyak kendala jika kompetisi kembali digulirkan. Salah satunya adalah soal izin latihan bagi skuad Green Force –julukan Persebaya.

Saat ini, Surabaya jadi daerah dengan jumlah pasien positif tertinggi. Kondisi yang mengkhawatirkan jika tim tetap dipaksakan berlatih. Padahal, menurut Aji, idealnya persiapan tim menuju kompetisi adalah dua bulan. Artinya, bulan depan latihan harus sudah dilakukan. Masalahnya, belum ada jaminan apakah ada izin untuk menggelar latihan.

Belum lagi dua stadion di Surabaya tengah dalam proses renovasi. Dua stadion itu adalah Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 November. Artinya, opsi lapangan untuk menggelar latihan cukup sedikit. Di Surabaya, mungkin hanya lapangan Polda Jatim yang bisa digunakan. ’’Tapi, kalau kami mau menggelar latihan, apa dapat izin dari pemerintah setempat? Kami harus lihat situasinya seperti apa,’’ jelas pelatih 50 tahun tersebut.

Kondisi itu dipahami betul oleh para penggawa Green Force. Abu Rizal Maulana, misalnya. Pemain yang biasa beroperasi sebagai bek kanan itu mengaku sejalan dengan sang pelatih. Sebagai pemain, dia manut saja dengan apa yang sudah jadi keputusan manajemen. ’’Saya mengikuti manajemen Persebaya. Apa yang diputuskan, saya ikut,’’ terang pemain yang akrab disapa Rodeg tersebut.

Dia tahu bahwa kondisi pandemi saat ini memang cukup berbahaya. Karena itu, pemain asli Sampang tersebut paham jika akhirnya manajemen Green Force menyatakan penolakan dilanjutkannya kompetisi. ’’Memang kondisi saat ini seperti itu. Semua sama-sama tahu virus ini (Covid-19) berbahaya,’’ ujar pemain yang menyandang gelar sarjana dari Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Karena menolak bergulirnya kompetisi, hingga saat ini belum ada aktivitas yang dilakukan pemain. Tim pelatih masih memberikan libur bagi penggawa Green Force. Tidak ada latihan yang dilakukan. Terakhir skuad Persebaya berlatih secara online pada 13 Mei lalu. Artinya, sudah lebih dari satu bulan pemain tidak berlatih secara rutin.