Pendapat Bos Borneo soal Wacana Liga 1 2020 Tanpa Degradasi

Presiden Borneo FC, Nabil Husein angkat bicara terkait wacana perubahan regulasi Liga 1 2020 tanpa degradasi. Ia menilai hal tersebut berpengaruh terhadap kualitas pertandingan.

Menurut Nabil, kompetisi akan sedikit kehilangan atmosfer persaingannya. Namun, hal itu tidak serta merta membuat pertandingan jadi membosankan, karena setiap tim tentu berjuang menjadi yang terbaik.

“Menurut saya pribadi pasti memang agak kurang ketat persaingannya atau kurang greget. Tapi setelah semua berada di dalam lapangan, saya pikir semua akan menjadi seru,” ujarnya.

Wacana tanpa degradasi diusulkan ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan. Hal itu menjadi pertimbangan dengan melihat situasi dan kondisi saat ini.

Ia khawatir, jika ada tim yang terpapar virus corona, maka itu bisa membuat kompetisi berantakan dan berimbas pada semua tim.

Lebih lanjut, Nabil Husein juga tak mempermasalahkan rencana pemusatan laga di Pulau Jawa saat Liga 1 2020 dilanjut Oktober.

Baginya, opsi tersebut adalah yang terbaik, sekaligus menghemat pengeluaran klub terutama soal transportasi.

“Untuk main di Pulau Jawa juga tidak ada masalah. Mudah-mudahan Oktober situasi sudah jauh lebih baik karena opsi ini kan mempermudah terutama transportasi buat tim luar Pulau Jawa,” tutupnya.

Meski menyatakan siap berkompetisi di lanjutan Liga 1 2020, Borneo FC masih menunggu kepastian PSSI soal tanggal kick off dan regulasi. Pasalnya, hal itu penting untuk mempersiapkan tim.