Manajemen dan Skuat PSIS Menyepakati Penyesuaian Kontrak

PSIS Semarang memastikan hak seluruh skuatnya aman sampai akhir tahun ini. CEO PSIS, Yoyok Sukawi menegaskan, skuatnya menyepakati kontrak baru dalam penyesuaian karena wabah virus corona.

“Alhamdulillah kami sudah tuntas 100 persen, semua menandatangani kontrak penyesuaian karena COVID-19,” beber Yoyok Sukawi, Senin (6/7/2020).

“Terdapat klausul meski tidak ada kompetisi, setiap bulan pemain tetap dapat kompensasi 10 persen gaji. Misalnya tidak ada kejelasan kompetisi pun, mereka dapat haknya sampai Desember nanti,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan kontrak di PSIS akan kembali berlaku seperti semula atau sejalan arahan PSSI, jika kompetisi benar lanjut di bulan Oktober. Menurut Yoyok, para pemain sudah memiliki pegangan gaji 10 persen atau senilai UMR.

Hanya, yang menjadi problem di sejumlah klub lain adalah belum dilakukan renegosiasi. Pria yang juga merupakan anggota Exco PSSI ini menilai banyak klub yang melakukan pemutusan kontrak dan merugikan pemain.

Yoyok menambahkan, PSSI sedang berusaha membuat regulasi untuk mengatur formula pemberian hak pemain untuk bulan Juli hingga Agustus. Rumusan tersebut nantinya akan menjadi payung hukum kenaikan persentase gaji saat jalannya kompetisi.

“Sesuai keputusan PSSI, bulan Desember dianggap memasuki masa persiapan. Artinya secara gaji bisa diberlakukan 50 persen sampai Februari tahun depan. Sementara yang belum diatur adalah untuk bulan Juli ke Agustus ini,” tegasnya.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru memberhentikan kompetisi akibat wabah virus corona sejak bulan Maret lalu. Kemudian, kompetisi dinyatakan force majeure sesuai masa darurat dari pemerintah sampai bulan Juni.

PSSI pun mengeluarkan keputusan terkait pembayaran hak pemain maupun pelatih, maksimal 25 persen setjap bulannya yang bisa ditanggung oleh klub.

Kemudian, PSSI memutuskan untuk melanjutkan kompetisi musim 2020 pada bulan Oktober. Praktis, ada jeda di bulan Juli sampai September yang besaran gaji belum dirumuskan oleh federasi.