Impian Pemain Asal Bireuen TM Ichsan, Ingin Akhiri Karier di Bhayangkara FC

Gelandang asal Bireuen, Teuku Muhammad Ichsan menjalani musim ketiganya bersama dengan Bhayangkara FC.

Dia mengaku sangat nyaman dan berharap bisa membela The Guardian hingga akhir kariernya.

Bagi TM Ichsan, Bhayangkara FC bukan hanya sekadar tim tetapi juga gerbang kariernya sebagai pesepak bola.

Dia masih ingat betul keberhasilan merengkuh gelar juara Liga 1 pada tahun debutnya sebagai pemain profesional.

“Awalnya saya di Bhayangkara FC U-21 bersama Awan Setho, lalu Bhayangkara FC U-21 terhenti di 4 besar. Setelah itu, saya dan Awan dipanggil Simon McMenemy untuk bergabung latihan bersama senior,” kata pemain bernomor punggung 19 kepada Kompas.com.

TM Ichsan mengingat laga perdananya melawan Persegres Gresik United.

Menjadi debut yang tidak terlupakan karena dia berhasil mencetak gol penentu dalam kemenangan 2-1 timnya.

Sejak momen tersebut, TM Ichsan mengaku sangat nyaman.

Bahkan dia punya keinginan bisa pensiun di tim bentukan Polri tersebut.

“Sangat berkesan, ini tim pertama dan saya merasa sangat nyaman di Bhayangkara FC. Semoga saya cuma bisa merasakan satu tim selama saya berkarier,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Bhayangkara FC juga mengantarkan TM Ichsan menjadi aparat publik.

Dia resmi dilantik menjadi Bintara pada 2018.

Saat ini dia menjadi Bripda dan berdinas di Polda Aceh.

“Kalau sekarang kami tidak ditekankan apa-apa di Kepolisian. Cuma difokuskan ke sepak bola dulu, jadi misal kontrak sama tim setahun ya harus fokus satu tahun di sepak bola,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Ichsan mengawali karier dengan bergabung ke sekolah sepak bola (SSB) Brata Reuluet di Bireuen.

Pada Piala Danone 2008-09 di tingkat Aceh, dia berhasil membawa SSB nya juara.

Kemudian, masuk tim Aceh untuk menempati peringkat ketiga di Liga Pelajar Indonesia tingkat nasional pada 2011.

Setelah sempat masuk ke timnas Indonesia U-17, bakatnya sebagai gelandang tengah potensial membawanya ke skuat timnas Indonesia U-19 asuhan Fakhri Husaini pada 2015, yang gagal bermain akibat konflik sepak bola nasional.

Pada musim 2016, ia bergabung dengan Bhayangkara FC U-21 asuhan legenda sepak bola nasional, Nova Arianto. Kala itu, dia berlaga di ajang ISC A U-21.

Pada musim 2017, Teuku Muhammad Ichsan promosi ke tim senior Bhayangkara FC.

Di musim pertamanya, dia sukses bermain sebanyak 16 kali dan mencetak sebuah rekor.

Ia menjadi pencetak gol termuda Liga 1 2017 di usia 19 tahun, 5 bulan dan 12 hari pada laga melawan Persegres Gresik.

Pada medio 2018, Ichsan terpaksa harus menepi lama setelah mengalami cedera lutut hingga akhirnya pulih di pertengahan 2019.

Setelah itu, Ichsan kembali bekerja keras untuk kembali masuk skuat utama di Bhayangkara FC.

Simon McMenemy yang saat itu masih menukangi Bhayangkara kembali memberikan kepercayaan pada Ichsan.

Bahkan, saat pelatih asal Skotlandia itu didapuk sebagai pelatih Timnas Indonesia senior yang berlaga di kualifikasi Piala
Dunia 2022 Zona Asia, Ichsan turut dibawa dan bermain saat Indonesia melawan Malaysia.

Ichsan yang kini berusia 22 tahun masih mempunyai mimpi itu. Ya, mimpi untuk kembali membela Timnas Indonesia.

Kecuali itu, dia ingin kembali membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga di tahun ini.

Peluang Ichsan untuk bisa membela Timnas Indonesia sebenarnya kembali terbuka saat pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong turut memanggil namanya pada TC Februari 2020 lalu.

Mimpinya untuk bisa membela Timnas masih terbuka.

Dalam waktu dekat ini, Timnas senior akan kembali dipersiapkan guna melakoni tiga laga sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.(*)