Dilatih 5 Pelatih Berbeda, Ini Pandangan Kiper Barito Aditya Harlan

Penjaga gawang Barito Putera, Aditya Harlan menceritakan bagaimana dirinya dilatih oleh lima pelatih berbeda selama berbaju tim berjulukan Laskar Antsari tersebut.

Penjaga gawang berusia 33 tahun tersebut merupakan pemain yang paling lama bermain di Barito Putera.

Bergabung pada tahun 2012, Aditya Harlan di datangkan Barito Putera dari Persibo Bojonegoro.

Saat pertama kali bergabung, Barito Putera kala itu masih dilatih oleh Salahudin.

Menurutnya Salahudin merupakan pelatih yang selalu memberikan latihan fisik kepada para pemainnya.

Itu pula yang membuat para Barito Putera menjadi kuda hitam karena para pemainnya ditakuti memiliki fisik yang kuat.

“Saya beruntung pernah dilatih sama pelatih top. Pertama, cocah Salahudin yang identik dengan latihan fisiknya. Saat itu kita latihan fisik tapi 2013 kita ditakuti jadi kuda hitam,” ucapnya seperti dikutip Bolasport.com dari laman resmi klub.

Seusai dilatih Salahudin, ada pelatih Milomir Seslija yang menggantikan.

Pelatih yang akrab disapa Milo itu merupakan pelatih asal Bosnia.

“Terus tahun 2015 kebetulan kita dipegang sama coach Milo. Dia pelatih dengan karakter Eropa,” tuturnya.

Seusai dinilai kurang dapat membawa performa Barito Putera naik, akhirnya pada musim 2017 Milo pun didepak oleh manajemen.

Barito Putera pun saat itu mencari pelatih ternama agar dapat membawa performa tim menjadi lebih baik lagi.

Keluarlah nama Jackson F Tiago yang ditunjuk untuk menjadi pelatih kepala Barito Putera.

Berkat datangnya pelatih asal Brasil tersebut akhirnya Barito Putera pun berhasil menjadi tim papan atas kala itu.

“Masuknya coach Jacksen, dia membawa aura juara dari Persipura. Musim 2017 kita signifikan, kita di papan atas. Pada tahun 2018 malah kita semoat peringkat satu,” ungkapnya.

Hanya usai membawa Barito Putera menjadi tim papan atas, pada tahun 2019 justru tim mengalami penurunan hingga akhirnya Jacksen pun digantikan oleh Yunan Helmi.

Yunan Helmi pun berhasil mengangkat performa tim menjadi lebih baik sedikit demi sedikit.

Namun ternyata hal tersebut tidak bertahan lama karena Barito Putera anjlok dan berada di zona degradasi.

Hingga masuknya Djajang Nurjaman berhasil mengeluarkan Barito Putera dari zona degradasi.

Adhitya Harlan pun mengakui dirinya sangat menikmati proses demi proses yang dilakukan oleh Djajang Nurjaman.

“Tapi 2019 kita mengalami penurunan, saya nggak tahu penyebabnya apa. Pelatih diganti coach Yunan, beliau bisa mengangkat performa tim sedikit demi sedikit.

“Masuk Coach Djanur untuk menyelamatkan Barito dari zona merah. Menurut saya itu seru sih, melihat bagaimana cara seorang pelatih mengangkat mental pemain di zona degradasi,” ujarnya.