Mantan Pelatih Persiwa Berjualan Kopi Merek Liga Indonesia

Pandemi COVID-19 membuat pelaku sepak bola Indonesia yang terdampak secara ekonomi memulai usaha baru. Mantan pelatih Persiwa Wamena, Djoko Susilo memilih bisnis pengolahan biji kopi menjadi serbuk yang siap seduh.

“Saya mengamati bisnis kopi punya prospek bagus. Saya lihat sekarang banyak kafe yang menjual minuman kopi. Generasi milenial juga hobi ngopi. Makanya saya pilih bisnis pengolahan biji kopi,” kata Djoko Susilo.

Mantan pelatih PSCS Cilacap ini memanfaatkan kopi hasil panen petani sekitar tempat tinggalnya di Dampit, Kabupaten Malang.

“Di Dampit banyak warga punya tanaman kopi. Hampir di setiap pekarangan rumah ditanami kopi. Makanya saya ambil bahan bakunya dari warga Dampit. Saya harus jemput bola dengan membeli langsung dari warga,” tuturnya.

Djoko Susilo menyebutnya kopi petik merah. Dia memberi label kemasan produknya Liga Indonesia.

“Kopi petik merah artinya biji kopi masak yang dipetik langsung oleh petani dari pohon. Jadi biji tersebut benar-benar matang alami. Saya pakai Liga Indonesia, karena saya orang bola,” ujarnya.

Kopi Liga Indonesia jenis Robusta. Ada juga varian kopi Lanang, yakni biji kopi tunggal tak terbelah.

“Ada Rere, mantan pemain didikan saya yang punya alat roaster. Saya kerja sama dengan dia. Selain dimasak pakai mesin, ada juga kopi yang diolah tradisional. Sementara saya promosi lewat teman-teman sesama pelatih dan pemain bola. Lumayan juga mereka yang pesan kopi saya,” ucapnya.