Mahmoud Eid Rindu Suasana Stadion dan Suporter

Pemain asing Persebaya Surabaya masih berada di negara asalnya. Meski begitu, mereka tahu bahwa Liga 1 kembali digulirkan Oktober mendatang.

Mahmoud Eid menyambut baik rencana tersebut. Dia bahkan sudah melakukan persiapan kalau kompetisi kembali dimulai. Pemain 27 tahun itu ingin kembali ke Indonesia dalam kondisi fisik terbaik. ’’Saya terus berlatih meski saat ini ada di Swedia. Saya ingin terus berada dalam kondisi yang bagus,’’ terang pemain kelahiran Nykoping, Swedia, tersebut kepada Jawa Pos.

Mahmoud memang penasaran dengan Liga 1. Maklum, ini adalah musim pertamanya bermain di kompetisi Indonesia. Karena itu, dia sudah tidak sabar untuk kembali merumput lagi. ’’Saya juga sudah rindu berlatih bersama teman-teman lagi,’’ tambah mantan pemain Kalmar FF tersebut. Kali terakhir skuad Green Force –julukan Persebaya– berlatih pada 21 Maret lalu.

Bukan hanya momen latihan yang dia rindukan. Pemain berpaspor Palestina itu juga sudah kangen dengan atmosfer pertandingan. ’’Saya kangen dengan atmosfer luar biasa di Stadion GBT. Apalagi dengan Bonek dan Bonita,’’ tambah Mahmoud. Hanya, pemain kelahiran 26 Juni 1993 itu belum tahu kapan akan kembali ke Surabaya.

Hal itu pula yang dialami dua pemain asing lainnya, Aryn Williams dan David da Silva. Saat ini, Aryn masih berada di Australia, sedangkan Da Silva di Brasil. Keduanya belum tahu kapan harus kembali ke Surabaya. Sebab, belum ada jadwal latihan. Itu karena manajemen Green Force menyatakan penolakan terhadap bergulirnya kompetisi.

Karena itulah, tim pelatih juga belum menentukan jadwal latihan. Padahal, beberapa tim sudah memastikan kembali berlatih dalam waktu dekat.

Pelatih Persebaya Aji Santoso belum berani menyusun jadwal latihan. Dia memilih menunggu arahan dari pihak manajemen. Sejauh ini, manajemen belum memberikan arahan soal agenda latihan. Toh, mereka masih menunggu sikap federasi soal penolakan kompetisi.

Aji mengaku terus melakukan komunikasi dengan seluruh pemainnya. Termasuk tiga pemain asing yang saat ini pulang kampung. Aji yakin kondisi Mahmoud, Aryn, dan Da Silva tetap stabil. ’’Karena sebagai profesional, mereka pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi fisik,’’ tambahnya.

Selain Mahmoud, Aryn, dan Da Silva, hanya Makan Konate pemain asing yang bertahan di Surabaya. Dia rajin berlatih bersama pemain lain yang ada di Surabaya. Di antaranya, Oktafianus Fernando, Koko Ari Araya, dan M. Syaifuddin. Latihan kadang dipimpin langsung oleh fisioterapis Samudra Angga.