Berkabung, Arema FC Kenang Jasa Anggota Staf Kepelatihan Era

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, turut mengenang jasa Slamet Pramono ketika terlibat sebagai anggota staf kepelatihan di era kompetisi Gabungan Liga Utama (Galatama) sejak klub berdiri pada 1987.

Sebagaimana diketahui, tim Singo Edan kembali berduka dalam satu hari. Setelah pada Sabtu pagi menerima kabar duka wafatnya K.H Abdul Wahid Ghozali alias Gus Wahid yang merupakan guru besar klub, mereka lagi-lagi harus berkabung.

“Kami mendapatkan informasi bahwa beliau (alm. Slamet Pramono) tutup usia dunia pada Sabtu (4/7/20) ini pukul 19.30 WIB,” ujar Sudarmaji melalui rilisnya kepada awak media di Malang.

Almarhum Slamet Pramono, yang wafat pada usia 75 tahun, merupakan anggota staf kepelatihan di masa-masa awal berdirinya Arema (1987). Keterlibatannya sebagai asisten pelatih berlangsung cukup panjang, yakni selama empat musim hingga 1991.

“Kami sangat berduka atas berpulangnya Slamet Pramono. Apalagi, beliau mengukir catatan penting bagi Arema di era Galatama,” kata Sudarmaji.

Pada musim pertamanya, Slamet Pramono menjadi asisten pelatih untuk menunjang kinerja Sinyo Aliandoe ketika Arema Malang finis sebagai penghuni enam besar kompetisi Galatama 1987.

Prestasi yang cukup prestisius mengingat Arema berstatus pendatang baru di antara klub mapan lainnya seperti Pelita Jaya, NIAC Mitra, Arseto Solo, Semen Padang, hingga Bandung Raya.