Pernah Tolak Kompetisi Berlanjut, Kini Madura United Pantau Situasi

Persebaya Surabaya tidak setuju kompetisi musim 2020 dilanjutkan. Alasannya, pandemi korona belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kedua klub tidak mau ambil risiko untuk memaksakan bertanding.

Sikap Persebaya sebenarnya pernah digaungkan Madura United. Di awal adanya wacana melanjutkan kompetisi, bahkan sebelum ada surat keputusan PSSI pada 27 Juni lalu, Laskar Sape Kerrab sempat menyatakan enggan ikut kompetisi. Alasannya sama, pandemi korona belum menunjukkan tanda-tanda selesai.

Namun, seiring berjalannya waktu, sikap itu sedikit berubah. Bahkan, dalam rapat exco yang digelar pada 17 Juni lalu, Haruna Soemitro yang juga anggota exco plus direktur tim Madura United menjadi salah satu yang setuju kompetisi dilanjutkan. Walaupun dengan beberapa syarat.

Nah, terbaru, Madura United ternyata masih galau. Belum tahu apakah ikut langkah yang dilakukan Persebaya ataupun Barito Putera. Kepada Jawa Pos, Haruna mencoba menjelaskan hal itu.

Dia menuturkan, sikap Madura United sebenarnya tidak pernah berubah. Indikatornya adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat banyak. Karena itu, untuk saat ini, Haruna menyebut timnya belum memutuskan apakah akan melanjutkan kompetisi atau menolak.

’’Masih cukup waktu untuk menganalisis situasi terkini. Sampai benar-benar landai baru kami akan tentukan sikapnya,’’ ucapnya.
Menurut dia, kondisi pandemi korona saat ini belum menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir. Malah kemarin (2/7) konfirmasi kasus positif korona di Indonesia kembali memecahkan rekor tertinggi. Angkanya menyentuh 1.624 orang terkonfirmasi positif.

Tentu ini jadi perhatian serius. Apalagi, Kemenpora sempat mengeluarkan statement bahwa yang menentukan boleh tidaknya ada kegiatan olahraga, termasuk sepak bola, adalah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Artinya, walau ada SK dari PSSI mengenai kompetisi Liga 1 dan Liga 2 lanjut pada Oktober, hal itu tak akan berarti jika Gugus Tugas tidak mengizinkan.

Haruna juga sependapat dengan hal tersebut. Menurut dia, PSSI boleh saja merencanakan jadwal kickoff untuk Liga 1 ataupun Liga 2. ’’Tapi, kalau yang punya kewenangan melarang karena situasinya belum memungkinkan, harus kami patuhi,’’ pungkasnya.