Wiljan Pluim Dalam Angka, Sosok Krusial dalam Permainan PSM

Wiljan Pluim masuk dalam daftar gelandang papan atas yang beredar di Liga 1. Bergabung bersama PSM Makassar pada putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016, ia langsung jadi idola suporter Juku Eja berkat keahliannya dalam mengolah bola saat melewati lawan, umpan terukur dan mencetak gol.

Prestasi terbaik Wiljan Pluim bersama PSM adalah trofi Piala Indonesia 2018-2019 setelah pada musim sebelumnya, Juku Eja bertengger di peringkat dua Liga 1 2018.

Karakter agresif ditambah kecerdasan yang tinggi membuat Pluim bisa menempati posisi apa saja di lini depan PSM. Hal itu terlihat pada strategi yang diterapkan dua pelatih PSM sebelumnya, yakni Robert Alberts dan Darije Kalezic.

Pada sejumlah partai, Pluim yang sejatinya adalah gelandang serang di belakang striker, kerap dimainkan sebagai penyerang sayap. Malah, tak jarang Pluim bermain sebagai striker tunggal, karena dengan tinggi 194 cm memudahkan dirinya menyambut umpan bola atas.

“Saya memainkan Pluim sebagai striker karena ia bisa menahan bola sekaligus jadi tembok buat pemain lain,” ujar Robert menjelaskan alasan dirinya menugaskan Pluim berperan sebagai striker tunggal.

Pada era Bojan Hodak yang gemar menerapkan pola 4-4-2, Pluim ditempatkan sebagai penyerang sayap pada formasi awal. Saat pertandingan berjalan, Pluim lebih terkesan sebagai ‘pemain bebas’ di lapangan.

Berkat aksi dan jasanya bersama PSM, Pluim bakal menjadi pemain asing terlama yang bertahan di klub kebanggaan Kota Daeng itu. Kontraknya di PSM baru akan berakhir pada 2021 dan kemungkinan besar akan diperpanjang oleh manajemen Juku Eja.

“Willy (Pluim) adalah aset terbaik PSM saat ini. Totalitasnya di lapangan bersama Juku Eja jadi nilai plus tersendiri. Kami beruntung memiliki pemain sepertinya,” ujar Munafri Arifuddin, CEO PSM kepada Bola.com pada satu kesempatan pertemuan.

Lalu bagaimana mengambarkan kiprah Wiljan Pluim bersama PSM dalam angka? Berikut ringkasannya.

80
Jersey PSM bernomor punggung 80 lekat dengan Wiljan Pluim sejak bergabung di klub kebanggaan Kota Daeng. Pluim adalah pemain rekomendasi Robert Alberts, pelatih PSM yang menangani Juku Eja pada ajang Torabika Soccer Championship 2016.

Sebelumnya, Pluim mengalami masa sulit di klub Vietnam, Becamex B├Čnh Doung. Pada situs Wikipedia, Pluim tak bermain dalam satu partai pun.

“Gaji saya bermasalah di sana dan membuat FIFA turun tangan. Dalam situasi itu, coach Robert mengajak saya ke PSM,” kata Pluim.

Pluim tak memiliki alasan khusus mengapa dirinya memilih nomor 80 di PSM. Padahal ketika bermain di Liga Belanda bersama Zwolle FC, Willem II, dan Roda JK Kerkrade, ia menggunakan nomor 23.

119
Wiljan Pluim tercatat sudah bermain dalam 119 pertandingan bersama PSM pada ajang resmi, yakni yakni Liga 1, Piala Presiden, Piala Indonesia, dan Piala AFC. Khusus di Liga 1, Pluim tampil bersama PSM pada 83 laga dengan koleksi gol dan assist yang sama, masing-masing 26 kali.

Liga 1 2018 jadi musim terbaik Pluim bersama PSM. Juku Eja memang hanya bertengger di peringkat dua karena kalah satu poin dari Persija Jakarta yang bertengger di posisi puncak klasemen akhir dengan koleksi 62 poin.

Tapi, aksinya mampu mampu membius publik sepak bola tanah air. Musim 2018, Pluim tampil dalam 29 laga dengan koleksi 5 gol dan 6 assist. Total menit bermainnya adalah 2.606.

2019
Musim 2019 jadi masa sulit buat Wiljan Pluim. Cedera engkel terus membayangi penampilannya. Apalagi, setiap tampil bersama PSM, Pluim selalu menjadi incaran lawan untuk dimatikan.

Alhasil di Liga 1 2019, Pluim hanya bermain pada 19 laga dari 34 partai yang dimainkan Juku Eja. Pluim pun pulang ke Belanda sebelum kompetisi berakhir.

Meski begitu, musim ini tetap jadi kenangan tersendiri buat Pluim. Meski tak maksimal di Liga 1, Pluim tetap jadi pilar penting Juku Eja saat meraih meraih trofi juara Piala Presiden 2018-2019.

Dalam pertandingan final, Juku Eja memupus ambisi Persija yang ingin mengawinkan trofi Liga 1 dan Piala Presiden.

2021
Jika tetap bersama PSM sampai 2021 sesuai kontraknya, maka Wiljan Pluim menjadi pemain asing terlama yang merumput di PSM.

Pluim bergabung di PSM pada putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016. Sebelumnya ada dua pemain yang tiga musim bertahan di PSM pada Liga Indonesia, yakni Luciano Leandro (1995-1998) dan Ronald Fagundez (2004-2006).