Terima Rp 800 Juta, Persik Sebut Kenaikan Hak Komersial Belum Ideal

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih menilai kenaikan dana hak komersial yang akan diterima klub pada lanjutan kompetisi Liga 1 nanti, masih belum berada di titik ideal.

Sebagaimana diterangkan PSSI melalui SK per 27 Juni lalu, bahwa setiap klub Liga 1 akan diganjar hak komersial sebesar Rp800 juta. Nilai itu adalah bentuk kenaikan hingga lebih dari 50 persen dari nominal sebelumnya yakni Rp520 juta per bulan.

Namun, tim Macan Putih menganggapnya belum ideal. Sehingga, Persik Kediri berharap kenaikan nominal itu bisa dikaji lagi sebelum kembali bergulirnya Liga 1 pada Oktober mendatang.

“Seperti yang pernah kami usulkan, hak komersial klub idealnya adalah sebesar Rp1,2 sampai Rp1,5 Miliar setiap bulan,” ujar Abdul Hakim Bafagih kepada media, Rabu (01/07/20).

Alasan dasarnya, adalah kebutuhan klub terhadap operasional. Bagaimana klub juga tak hanya memikirkan gaji pemain maupun staf pelatih, namun juga untuk menutupi biaya operasional terhadap gelaran pertandingan.

Melihat situasi sulit seperti ini, Persik Kediri juga ikut mempertanyakan kelanjutan atas pencairan dana hak komersial. Terutama bagaimana kejelasan dana segar itu sebagai lanjutan dari termin Februari dan Maret dengan nilai Rp520 juta per bulannya.